Di Mabes Polri, Jakarta Selatan, suasana pagi itu cukup hikmat. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berdiri untuk menyampaikan rilis akhir tahun 2025. Intinya jelas: Polri ingin berubah, menjadi lebih presisi.
Menurut Sigit, jalan menuju kesempurnaan itu masih panjang. Polri sendiri, katanya, sepenuhnya sadar bahwa kinerja mereka selama ini belum bisa dibilang ideal. Ada banyak hal yang mesti dibenahi.
Dia pun menyampaikan sesuatu yang cukup personal di hadapan publik.
“Kami menyadari pelaksanaan tugas Polri jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kepada masyarakat Indonesia atas nama Pimpinan Polri dan seluruh keluarga besar Polri kami mengajukan dari lubuk hati yang terdalam permohonan maaf,”
Permohonan maaf itu bukan sekadar basa-basi. Sigit menegaskan, itu jadi landasan untuk tiga komitmen perbaikan ke depan. Komitmen yang dia paparkan dengan rinci agar target "presisi" itu bukan cuma wacana.
“Ke depan kami akan terus melakukan perbaikan,” tegasnya.
Nah, perbaikan seperti apa? Intinya, segala upaya akan difokuskan agar tugas-tugas kepolisian lebih tepat sasaran. Lebih akurat, lebih efektif. Itulah makna presisi yang dia kejar. Rilis akhir tahun di hari Selasa (30/12/2025) itu sekaligus jadi penanda, sebuah janji resmi untuk evaluasi tanpa henti.
Masyarakat tentu menunggu buktinya. Namun begitu, langkah awal dengan pengakuan dan permintaan maaf tadi setidaknya memberi sinyal arah yang baik. Polri tampak serius ingin memperbaiki diri.
Artikel Terkait
KBBI Tegaskan Penulisan yang Benar adalah Zulhijah, Bukan Dzulhijah
Terapis Spa di Surabaya Kuras Rp 1,2 Miliar Rekening Pelanggan Tetap
IRGC Nilai Peluang Perang dengan AS Kecil, Iran Tetap Siaga Penuh
Nurul Arifin Dukung Putusan MK: Keterwakilan Perempuan 30 Persen di Parlemen Bukan Sekadar Administratif