Kesalahan dalam penulisan nama bulan dalam kalender Hijriah masih kerap ditemukan di tengah masyarakat, terutama saat memasuki musim haji dan Hari Raya Iduladha. Salah satu yang paling umum adalah penggunaan kata “Dzulhijah”, yang ternyata tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baku.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk penulisan yang benar adalah Zulhijah, tanpa huruf “d” di awal kata. Aturan ini merujuk pada pedoman penyerapan kosakata dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, di mana huruf Arab “zal” diserap menjadi huruf “z”. Dengan demikian, bentuk “Dzulhijah” dikategorikan sebagai penulisan yang tidak baku.
Zulhijah sendiri merupakan bulan ke-12 dalam kalender Hijriah yang memiliki signifikansi besar bagi umat Islam. Bulan ini identik dengan pelaksanaan ibadah haji dan perayaan Iduladha. Dalam sistem penanggalan Hijriah, Zulhijah berlangsung selama 29 hari dan menjadi salah satu momen paling sakral dalam setahun.
Penggunaan bentuk baku seperti Zulhijah menjadi penting, terutama dalam penulisan berita, dokumen resmi, hingga unggahan di media sosial. Kesalahan ejaan yang terus berulang dapat mengurangi kredibilitas informasi dan menyimpang dari kaidah kebahasaan yang telah ditetapkan.
Selain Zulhijah, masih terdapat beberapa istilah serapan dari bahasa Arab yang kerap salah tulis dalam penggunaan sehari-hari. Oleh karena itu, pemahaman terhadap pedoman penyerapan kosakata asing dalam bahasa Indonesia perlu terus disosialisasikan agar masyarakat semakin terbiasa menggunakan bentuk yang benar dan baku.
Artikel Terkait
KPAI: Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Masuk Situasi Darurat, Pimpinan Padepokan di Pekalongan Jadi Tersangka
Polisi Ungkap Foto Pocong Bawa Parang Saat Mati Listrik di Siak Hanya Hoaks Buatan Siswa SMA
Garda Revolusi Iran Serang Pangkalan Udara AS sebagai Balasan atas Agresi di Bandar Abbas
Gunung Ibu di Halmahera Barat Erupsi, Kolom Abu Capai 400 Meter