IRGC Nilai Peluang Perang dengan AS Kecil, Iran Tetap Siaga Penuh

- Kamis, 28 Mei 2026 | 10:45 WIB
IRGC Nilai Peluang Perang dengan AS Kecil, Iran Tetap Siaga Penuh

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menilai kemungkinan meletusnya kembali perang terbuka dengan Amerika Serikat sangat kecil. Meski demikian, Teheran menegaskan kesiapannya untuk menanggapi setiap bentuk serangan yang mungkin dilancarkan. Sikap ini disampaikan sehari setelah Iran menuduh Washington melanggar gencatan senjata yang berlaku sejak April, dan memperingatkan akan melakukan pembalasan atas insiden yang disebut sebagai serangan paling serius sejak kesepakatan damai diberlakukan.

Konflik Timur Tengah yang meletus pada akhir Februari lalu dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Perang dengan cepat meluas ke berbagai front dan mengguncang kawasan, sementara pasar energi global mengalami gejolak hebat. Dalam situasi yang masih rapuh ini, pernyataan dari pihak Iran menjadi sinyal penting bagi dinamika keamanan regional.

Mohammad Akbarzadeh, wakil kepala politik angkatan laut IRGC, menyatakan bahwa meskipun peluang perang kembali kecil akibat kelemahan musuh, angkatan bersenjata Iran tetap berada dalam siaga penuh. “Kami menunggu dengan amunisi penuh,” ujarnya. Ia juga memperingatkan bahwa militer Iran akan mengubah wilayah di sepanjang garis pantai negara itu menjadi kuburan bagi para agresor, seperti dikutip oleh kantor berita Iran, Tasnim.

Di sisi lain, Kementerian Intelijen Iran mengungkapkan keyakinannya bahwa Amerika Serikat dan Israel masih terus berupaya menggulingkan rezim yang berkuasa di Teheran serta memecah belah negara tersebut. Kementerian mengklaim memiliki bukti bahwa kedua negara itu berencana menyelundupkan berbagai senjata, amunisi, dan alat komunikasi ilegal termasuk perangkat internet satelit Starlink ke Iran. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk memicu perpecahan berbasis agama dan etnis, sekaligus menjalankan misi sabotase.

Sementara itu, Iran dan Amerika Serikat telah terlibat dalam perang kata-kata selama berminggu-minggu di tengah upaya negosiasi kesepakatan damai. Proses mediasi saat ini dipimpin oleh Pakistan, yang berusaha menjembatani kepentingan kedua pihak yang masih diliputi ketegangan tinggi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar