Menyambut arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi bakal sangat padat, PT Jasaraharja Putera menggelar strategi baru. Mereka menyiapkan perlindungan asuransi tambahan untuk masyarakat. Ini dimaksudkan buat memperkuat rasa aman di tengah gegap gempita perjalanan pulang kampung nanti.
Langkah ini hadir sebagai pelengkap dari jaminan dasar yang sudah lebih dulu diberikan oleh induk usahanya, PT Jasa Raharja. Harapannya, para pemudik bisa merasa lebih tenang.
“Intinya, semua pihak ingin mudik tahun ini berjalan nyaman dan aman. Nah, peran Jasa Raharja Putera di sini adalah sebagai tambahan perlindungan. Kami fokus men-top up produk-produk dari Jasa Raharja,” jelas Direktur Utama Jasaraharja Putera, Abdul Haris.
Pernyataan itu dia sampaikan usai menghadiri acara pelepasan Tim Monitor Mudik 2026 di lobby Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Kamis lalu (12/3/2026).
Menurut Haris, perusahaan kini tak cuma beroperasi dari balik meja. Mereka aktif memperkuat kehadiran di titik-titik krusial dengan mobilitas tinggi. Salah satu fokus utama mereka adalah kawasan penyeberangan, yang jadi jalur vital arus mudik tahun ini.
“Jadi kita memang tidak hanya di kantor. Saat ini kita konsen, misalnya, di titik-titik penyeberangan,” katanya menegaskan.
Di sisi lain, perhatian juga dicurahkan ke kawasan destinasi wisata. Haris menilai tempat-tempat wisata berpotensi mengalami kepadatan yang luar biasa selama liburan. Karena itu, mitigasi risiko perlindungan asuransi harus lebih intensif bagi para pengunjung.
“Di tempat-tempat wisata, kami memastikan setiap titik sudah terjamin oleh Jasa Raharja Putera. Soalnya, di situlah titik keramaian terkonsentrasi sekarang. Kita harus sadar akan hal itu, supaya masyarakat yang berwisata sudah dipastikan keterjaminannya,” tambah Haris.
Haris berharap upaya ini bisa mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, dari berangkat sampai pulang ke rumah masing-masing. “Bagi kami, tentu harapannya supaya semuanya aman,” ujarnya.
Acara pelepasan tim monitor itu sendiri juga dihadiri oleh sejumlah pejabat. Turut hadir Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Direktur Utama Jasa Marga. Tim monitor rencananya akan memantau langsung kondisi di jalur-jalur utama seperti Pelabuhan Merak, Cikampek, Cirebon, hingga Tegal. Pemantauan akan berlangsung mulai 13 hingga 28 Maret 2026 mendatang.
Artikel Terkait
Timika – Personel Satgas Damai Cartenz Amankan Anggota KKB Mewoluk yang Masuk DPO Penembakan Warga Sipil
BNPP Tekankan Pembangunan Perbatasan Bukan Hanya Soal Kedaulatan, Tapi Juga Kesejahteraan Ekonomi Rakyat
Waisak 2026 Jatuh pada 31 Mei, Berikut Jadwal Detik-detik, Tema, dan Libur Panjangnya
Survei Salesforce: Hanya 33% Pekerja Indonesia Dapat Pelatihan AI dari Perusahaan