Ada perubahan rencana terkait evakuasi jenazah Syafiq Ali, pendaki Gunung Slamet yang berusia 18 tahun itu. Kalau sebelumnya jenazah akan diturunkan lewat Basecamp Dipajaya di Pemalang, sekarang rutenya dialihkan. Tim memutuskan untuk membawanya turun via Basecamp Gunungmalang di wilayah Purbalingga.
Handika dari Unit Siaga SAR Basarnas Pemalang yang menjelaskan soal ini. Menurutnya, perubahan jalur itu bukan tanpa alasan. Pertimbangan utamanya sederhana: jaraknya lebih dekat. Selain itu, posisi tim penolong yang sedang berada di lapangan juga relatif tidak jauh dari jalur Gunung Malang.
"Iya, untuk yang terbaru, rencana awal lewat jalur Dipajaya kita ubah," ujar Handika, Kamis (15/1/2026).
"Keputusan alihkan ke Gunung Malang ini dari rekan-rekan yang ada di atas. Pertimbangannya, jalurnya lebih dekat. Tim dan jenazahnya pun tidak perlu tempuh jarak terlalu jauh. Perkiraan sampai ke basecamp sekitar tiga jam," tambahnya.
Artikel Terkait
Kemendikdasmen Cairkan Rp 411,4 Miliar untuk Revitalisasi 1.741 Sekolah Pascabencana di Sumatra
Satgas PRR Salurkan Bantuan Hidup Rp 236,5 Miliar untuk 175 Ribu Penyintas di Tiga Provinsi
Kampio Arena Gelar Turnamen Futsal Ramadhan 2026 di Tangerang
YBM PLN Salurkan Bingkisan Ramadan ke 2.500 Keluarga di Jabodetabek