Prospek pasar saham kita dalam setahun ke depan tampaknya cerah. Bahkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mencetak level tertinggi. Analis pasar modal Hans Kwee melihat ada pergeseran minat dari investor asing yang kini mulai melirik pasar modal domestik.
"Ini potensi pasar saham. Ini potensi capital inflow di pasar saham," ujar Co-Founder PasarDana itu.
Namun begitu, ada konsekuensinya. Menurut Hans, aliran dana yang masuk ke saham ini mungkin akan dibarengi dengan outflow dari pasar obligasi pemerintah.
"Tapi mungkin bisa outflow di obligasi kita," tambahnya dalam acara Edukasi Wartawan BEI yang digelar secara daring, Jumat lalu.
Kekhawatiran investor asing itu cukup jelas. Mereka waswas melihat defisit APBN yang melebar, yang berpotensi mendorong pemerintah menerbitkan lebih banyak surat utang. Kalau ini terjadi, dampaknya akan langsung terasa pada pergerakan yield obligasi.
Yield obligasi Indonesia sebelumnya memang terpantau rendah. Karena itu, Hans menilai ada peluang besar untuk penyesuaian ke atas. Situasi ini yang membuat mereka mungkin berpaling.
Target IHSG 10.000 di Tengah Gejolak
Artikel Terkait
Emas Antam Tembus Rp 2,88 Juta, Danantara Siapkan Rp 220 Triliun untuk Investasi Strategis
Emas Tembus Rekor, Diproyeksi Capai USD 10.000 pada 2030
Bank of Japan Terjepit di Tengah Gelombang Politik dan Pasar yang Gelisah
Longsor di Grasberg Guncang Produksi Freeport, Pemulihan Baru Terasa 2026