Menyongsong puncak arus mudik tahun 2026, InJourney holding BUMN yang menaungi sektor aviasi dan pariwisata tengah mempersiapkan segalanya. Bersama anak perusahaannya, PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports, mereka memastikan 37 bandara di bawah pengelolaannya siap beroperasi penuh. Periode angkutan Lebaran kali ini diprediksi bakal berlangsung dari 13 hingga 30 Maret.
Maya Watono, Direktur Utama InJourney, menyebut momen libur Lebaran ini adalah periode tersibuk sepanjang tahun bagi seluruh lini bisnis mereka. Trafik diperkirakan memuncak.
"Kami melihat pergerakan yang sangat positif, khususnya dari pasar domestik yang tahun ini jadi fokus utama," ujar Maya dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2026).
"Harapannya, momentum ini bisa berjalan lancar. Sekaligus mendorong pertumbuhan kinerja di seluruh ekosistem kami."
Dia menjelaskan, sebagai holding yang mengelola banyak sektor mulai dari bandara, ritel, hotel, sampai destinasi wisata InJourney menempatkan pengalaman pelanggan sebagai prioritas. Itu yang diutamakan di setiap titik layanan.
"Kami pastikan operasional berjalan optimal. Caranya dengan pengoperasian bandara 24 jam, menambah personel saat puncak mudik, serta memperkuat layanan di hotel dan destinasi dengan tenaga tambahan," jelas Maya.
"Kami juga menghadirkan berbagai program aktivasi dan penawaran menarik, termasuk diskon di seluruh aset InJourney. Intinya, memberi nilai tambah bagi masyarakat. Dengan persiapan menyeluruh ini, komitmen kami adalah menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan," tambahnya.
Di sisi lain, dari sudut pandang operasional bandara, proyeksi angka sudah dibuat. Mohammad R. Pahlevi, Direktur Utama InJourney Airports, membeberkan data.
Jumlah penumpang pesawat secara kumulatif di semua bandara mereka diproyeksikan capai 9,03 juta. Angka itu naik sekitar 2% dibanding Lebaran tahun sebelumnya. Sementara pergerakan pesawatnya sendiri diperkirakan naik 3,24%, menjadi 63.553 penerbangan.
Dua bandara tersibuk, tentu saja, Soekarno-Hatta di Tangerang dan I Gusti Ngurah Rai di Bali. Bandara pertama diprediksi akan melayani 3,01 juta penumpang, sementara yang di Bali sekitar 1,13 juta.
"Ini periode tersibuk sepanjang tahun. Makanya, InJourney Airports bersama para stakeholder berupaya memastikan ketersediaan kapasitas angkutan udara bagi pemudik," jelas Pahlevi.
"Kami siapkan bandara untuk beroperasi 24 jam, menyesuaikan kebutuhan maskapai, termasuk mengakomodir penerbangan tambahan."
Artikel Terkait
Menteri Kehutanan Dipanggil Presiden Bahas Satgas Pendanaan Taman Nasional
Wali Kota Lepas 238 Pemudik Palembang dalam Program Mudik BUMN
Mendikbud Canangkan Kombinasi Digital dan Menulis Tangan untuk Cegah Ketergantungan Siswa pada AI
Tokopedia Fasilitasi Pembayaran Zakat Fitrah Secara Digital via BAZNAS