Warga Sumatera Dapat Upah Langsung dari Negara Usai Bantu Bersihkan Puing Bencana

- Selasa, 30 Desember 2025 | 17:48 WIB
Warga Sumatera Dapat Upah Langsung dari Negara Usai Bantu Bersihkan Puing Bencana

Masyarakat yang turun tangan membersihkan pascabencana di Sumatera bakal dibayar. Itu penegasan dari Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. Skemanya lewat padat karya, dan uangnya berasal dari negara.

Menurut Dody, langkah ini punya dua tujuan sekaligus. Yang jelas, untuk mempercepat pemulihan daerah-daerah yang luluh lantak. Tapi di sisi lain, ini juga jadi cara buat ngasih penghasilan langsung ke warga yang kena imbas bencana. Jadi, bantuan itu nggak cuma berupa barang, tapi juga kesempatan kerja.

Dia menjelaskan lebih detail soal situasi di lapangan.

“Karena kita butuh cepat dan 24 jam, malam pun kita kerja. Nah, untuk masyarakat dan teman-teman yang berkenan membantu, biar lebih bersemangat, kita masukkan ke dalam padat karya. Jadi kita bayar sekarang juga,” ujar Dody.

Pernyataan itu dia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemulihan Bencana Sumatera, Selasa (30/12) lalu.

Tim dari Kementerian PU sudah dikerahkan ke titik-titik terdampak paling parah. Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Gayo Lues adalah beberapa di antaranya. Awalnya, fokus penanganan cuma di dua wilayah pertama. Namun begitu, setelah dilihat lebih jauh, kerusakan ternyata menyebar ke kabupaten lain dengan tingkat keparahan yang mirip.

Tantangannya nggak main-main. Di beberapa lokasi, tim harus berhadapan dengan lumpur yang menggenang setinggi satu sampai dua meter. Bayangkan saja. Membersihkan tumpukan lumpur setinggi orang dewasa itu butuh tenaga ekstra dan banyak sekali pekerja.

Pekerjaan itu mencakup segala fasilitas publik yang jadi tulang punggung kehidupan warga. Mulai dari jembatan yang putus, rumah sakit, pondok pesantren, gedung sekolah, sampai jalan-jalan kota yang hilang ditimbun material. Dalam operasi besar-besaran ini, Kementerian PU pun dibantu oleh personel TNI.

Harapannya, skema padat karya ini bisa jadi lebih dari sekadar aksi gotong royong biasa.

“Jadi harapan kami, masyarakat yang terdampak dan yang ikut membantu, nggak cuma dapat proyek kemanusiaan dan ucapan terima kasih. Tapi juga ada sedikit sumbangan riil dari negara,” tutup Dody.

Intinya, ada nilai ekonomi yang langsung bisa dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan di tengah situasi sulit ini.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar