Lalu, siapa yang pegang kendali sahamnya?
Berdasarkan data BEI per Januari 2026, pengendali utamanya adalah PT Lembur Sadaya Investama. Perusahaan ini memegang saham mayoritas, sekitar 68,71% atau setara 5,83 miliar saham.
Salah satu pendiri, Elidawati, masih memegang 4,59% saham. Sementara publik memegang porsi sekitar 26%. Yang menarik, penerima manfaat akhir atau pemilik sebenarnya dari kepemilikan saham ini adalah Asep Sulaeman Sabanda.
ZATA go public pada 2022. Kala itu, mereka melepas 1,70 miliar saham dengan harga penawaran Rp100 per lembar. Hasilnya? Dana segar Rp170 miliar masuk ke kas perusahaan.
Kinerja sahamnya belakangan memang spektakuler. Dari penutupan Kamis di Rp125 itu, kenaikan dalam setahun terakhir mencapai 1.150%. Angka yang fantastis dan tentu saja menarik perhatian banyak pihak.
Jadi, itulah profil singkat ZATA. Dari brand fesyen yang mulai dari Bandung, kini jadi salah satu emiten yang pergerakan sahamnya selalu dinanti.
(Nadya Kurnia)
Artikel Terkait
IHSG Tergelincir dari Level 9.000, Saham-Saham Ini Justru Melonjak Tajam
Industri Tapioka Terkapar: Kapasitas Pabrik Menganggur, Impor Masih Mengalir
Saham DAAZ Melonjak 21%, Siapa Dalang di Balik Raksasa Komoditas Ini?
Kredit Melonjak di Akhir 2025, Sektor Riil Jadi Penggerak Utama