Rustam Effendi punya cerita tentang Eggi Sudjana. Tersangka kasus dugaan ijazah Jokowi ini membuka suara soal interaksinya dengan pengacara senior itu, yang sekarang justru berada di kubu berbeda.
Pertemuan pertama mereka terjadi saat Eggi membela Bambang Tri, dalam perkara yang sama: tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Dari situ, komunikasi mereka makin intens. Rustam mengaku awalnya melihat Eggi sebagai sosok yang alim. Isu ijazah Jokowi jadi fokus mereka berdua.
"Awal-awal sih bagus lah," kenang Rustam.
"Bang Egi banyak ngajarin soal agama. Kalau kirim pesan, isinya selalu hadis-hadis gitu."
Namun begitu, sikap itu berubah belakangan. Perubahan itu terutama terasa setelah Eggi diketahui menemui Jokowi di Solo dan menerima SP3 dari kepolisian. Bagi Rustam, momen itu seperti garis pemisah.
“Buat saya, sejak Bang Eggi ke tempat Jokowi, itu sudah selesai,” tegasnya.
“Apa yang dia ucapkan jauh dari perilakunya.”
Yang lebih mengena justru sebuah peringatan lama. Rustam teringat nasihat dari almarhum ekonom senior, Rizal Ramli, yang kini terasa sangat nyata. Dia mengaku pernah diperingatkan langsung.
"Senior-senior, kawan bahkan almarhum Rizal Ramli pernah menyatakan kepada saya, 'Rustam kamu hati-hati dengan Eggi. Dia bisa sewaktu-waktu balik badan'," ujarnya mengenang percakapan itu.
"Tapi saya enggak percaya saat itu. Enggak mungkin lah, ini orang kayaknya alim banget. Ternyata hari ini terbukti."
Nasihat serupa, katanya, juga pernah datang dari almarhum Fikri Thalib dan aktivis Yus Sumadipraja.
Soal perubahan sikap Eggi, Rustam mengaku sudah mencium gelagatnya. Itu terjadi beberapa bulan sebelum pertemuan Solo pada 8 Januari 2025 lalu. Ada informasi yang sampai ke kupingnya, bahwa Eggi meminta dua nama tertentu agar tidak ditangkap terkait perkara ini.
“Yang pasti salah satunya disebut Eggi Sudjana,” kata Rustam, menirukan pengakuan dari pihak pengacara Jokowi yang menemuinya secara tertutup.
Dia kini menyimpulkan semuanya sudah diatur. "Buat saya ini semua sudah di-setting. Jadi tidak kaget, meski bikin saya cukup nyesek," pungkas Rustam dengan nada kecewa.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis dari Wakil Ketua DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT