Pasar saham Indonesia kembali berakhir dengan catatan merah di penghujung perdagangan Kamis sore. IHSG tak mampu bertahan di level psikologis 9.000, tergelincir 18,15 poin (0,20%) ke posisi 8.992,18. Suasana perdagangan hari ini terbilang cukup seimbang, meski sentimen negatif tetap mendominasi.
Kalau dilihat dari pergerakan saham secara individual, jumlah yang naik dan turun nyaris berimbang. Ada 360 saham yang menguat, sementara 353 lainnya melemah. Sisanya, 245 saham, cenderung datar-datar saja tanpa perubahan berarti.
Transaksi berlangsung cukup sibuk. Volume perdagangan mencapai 68,27 miliar saham dengan nilai tukar Rp37,41 triliun. Kapitalisasi pasarnya sendiri bertengger di angka Rp16.361 triliun. Tapi, keriuhan ini tak cukup untuk mengangkat mayoritas sektor.
Faktanya, peta sektoral lebih banyak diwarnai rona merah. Sektor energi, barang siklikal, dan keuangan termasuk yang tertekan. Bahan baku, industri, dan teknologi juga ikut-ikutan lesu. Di sisi lain, hanya segelintir sektor yang mampu bertahan di zona hijau.
Di tengah tekanan itu, beberapa saham justru menunjukkan performa luar biasa. LAJU (PT Jasa Berdikari Logistics Tbk) melesat tinggi, menguat 34,67% ke level Rp101. LPKR (PT Lippo Karawaci Tbk) juga tak kalah perkasa, naik 30,61% ke Rp128. Kemudian ada DAAZ (PT Daaz Bara Lestari Tbk) yang meroket 24,86% menuju Rp4.570.
Namun begitu, di balik cerita sukses para gainers, ada juga saham-saham yang terpuruk. KDTN (PT Puri Sentul Permai Tbk) anjlok 14,95% ke Rp1.365. KIOS (PT Kioson Komersial Indonesia Tbk) ikut merosot 14,91% di Rp194. Tak ketinggalan, WINE (PT Hatten Bali Tbk) melemah cukup dalam, 14,81%, ke posisi Rp230.
Begitulah ringkasan perdagangan hari ini. Pasar seperti masih mencari arah, terjebak antara harapan dan kehati-hatian.
Artikel Terkait
SIG Luncurkan Semen Hijau dengan Emisi Karbon 38 Persen Lebih Rendah
ITMG Bagikan Dividen Final Rp992 per Saham untuk Tahun Buku 2025
MDS Retailing Cetak Laba Bersih Rp692 Miliar di Kuartal I-2026, Didorong Lonjakan Penjualan Luar Jawa
Laba Bersih Prodia Melonjak 150 Persen di Kuartal I-2026, Ditopang Permintaan Tes Diagnostik