Gerakan Rakyat Usung Anies, NasDem Sindir: Pemilunya Masih Lama

- Rabu, 21 Januari 2026 | 22:50 WIB
Gerakan Rakyat Usung Anies, NasDem Sindir: Pemilunya Masih Lama

Panggung politik Indonesia kembali ramai. Baru saja mendeklarasikan diri sebagai partai politik, Gerakan Rakyat langsung membuat gebrakan: mereka secara terbuka mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden. Langkah ini, tak pelak, langsung memantik reaksi dari partai-partai yang sudah mapan.

Dari kubu NasDem, misalnya, responsnya datang dengan nada yang cukup menarik. Wakil Ketua Umum mereka, Saan Mustopa, terkesan menganggap langkah Gerakan Rakyat itu agak terburu-buru. Menurutnya, jarak menuju Pilpres 2029 masih sangat panjang dan situasi politik bisa berubah kapan saja.

“Pemilunya masih lama,” ujar Saan.

Meski terdengar seperti sindiran halus, Saan tetap menyampaikan selamat atas deklarasi partai baru itu. Dia menegaskan NasDem menghormati hak siapa pun untuk berserikat dan menyuarakan aspirasi politiknya. Namun begitu, posisi partainya sendiri saat ini sangat jelas.

“NasDem saat ini fokus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo. Soal Pilpres 2029 belum menjadi agenda pembahasan,” tegasnya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi penegas jarak. Bagi NasDem, yang utama sekarang adalah stabilitas pemerintahan dan konsolidasi nasional pasca-Pemilu lalu. Mereka belum mau terjebak dalam wacana capres yang dianggap terlalu prematur.

Berbeda jauh dengan kubu Gerakan Rakyat. Sikap mereka justru diutarakan tanpa tedeng aling-aling. Ketua Umumnya, Sahrin Hamid, dengan lantang menyatakan bahwa Anies adalah arah perjuangan utama partai mereka. Bahkan, Anies disebut telah mendapat kartu anggota nomor 0001 sebuah simbol yang cukup kuat tentang posisi sentralnya di partai baru ini.

“Anies Baswedan adalah arah perjuangan kami,” kata Sahrin.

Target mereka pun ambisius. Rencananya, pada Februari 2026 mendatang, mereka akan mendaftar resmi ke Kementerian Hukum. Sahrin mengajak seluruh kadernya untuk bergerak cepat memenuhi segala persyaratan administrasi sebagai partai politik nasional.

Jadi, beginilah gambaran yang muncul. Di satu sisi, ada partai baru yang penuh semangat, langsung menancapkan panji-panji dan mengunci target politiknya. Di sisi lain, partai seperti NasDem memilih langkah yang lebih hati-hati, realistis, dan fokus pada agenda kekinian.

Sindiran halus dari Saan Mustopa itu mungkin cuma awal. Pertarungan politik menuju 2029 jelas masih sangat panjang. Yang menarik sekarang adalah, apakah langkah cepat Gerakan Rakyat ini akan membuahkan hasil, atau justru akan tergerus oleh dinamika politik yang tak pernah berhenti bergulir. Waktulah yang akan menjawab.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar