AS Tewaskan Pemimpin Geng Tren de Aragua dalam Serangan Militer di Venezuela

- Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:55 WIB
AS Tewaskan Pemimpin Geng Tren de Aragua dalam Serangan Militer di Venezuela

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa negaranya telah melancarkan serangan mematikan yang menargetkan pemimpin geng transnasional Tren de Aragua (TdA), sebuah organisasi kriminal yang berasal dari Venezuela. Dalam pernyataan yang diunggah di platform Truth Social, Sabtu (13/6/2026), Trump menegaskan bahwa operasi tersebut berhasil mengeksekusi tokoh utama geng itu, Nino Guerrero.

“Atas perintah saya, Komando Selatan Amerika Serikat melakukan serangan kinetik yang cepat dan mematikan untuk berhasil mengeksekusi Nino Guerrero,” tulis Trump, sebagaimana dilansir kantor berita AFP. Ia menambahkan bahwa operasi itu dikoordinasikan secara erat dengan pihak-pihak di Venezuela, yang menurutnya telah menjalin kerja sama yang sangat baik dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini tampaknya merujuk pada Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, yang memegang tampuk kekuasaan sejak Washington mendorong penggulingan Presiden Nicolas Maduro pada Januari lalu.

Trump tidak menyebutkan lokasi pasti dari serangan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa dampak dari operasi ini bersifat luas. “Akibatnya, teroris Tren de Aragua tidak lagi memiliki tempat berlindung yang aman di Venezuela atau di tempat lain,” tulisnya dalam unggahan yang sama.

Unggahan itu juga disertai dengan video berdurasi sepuluh detik yang memperlihatkan pemandangan dari ketinggian sebuah bangunan yang dikelilingi pepohonan. Dalam rekaman tersebut, terlihat ledakan yang menimbulkan kepulan asap tebal, tanpa ada sosok manusia yang tampak jelas.

Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya telah menetapkan Tren de Aragua sebagai organisasi teroris. Geng ini diketahui aktif tidak hanya di Venezuela, tetapi juga di Kolombia, Peru, dan Chili. Pada bulan Desember lalu, jaksa federal di New York bahkan telah mengajukan dakwaan terhadap Guerrero yang memiliki nama asli Hector Rusthenford Guerrero Flores atas kasus pemerasan, narkotika, dan kepemilikan senjata api.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar