Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Acara ini diprediksi akan dihadiri sekitar 100 ribu orang, menjadikannya momentum doa bersama untuk menyambut Hari Kemerdekaan sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kebangsaan.
Menteri Agama menegaskan pentingnya kesiapan fasilitas bagi para peserta. "Masyarakat yang hadir harus bisa mengakses fasilitas yang tersedia. Kalau ada yang sakit, harus bisa ditangani melalui pos kesehatan atau fasilitas pelayanan yang sudah disiapkan," ujarnya saat menerima laporan persiapan dari Dirjen Bimas Islam di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Selain layanan teknis, koordinasi pengamanan dan manajemen kantong parkir juga terus dimatangkan bersama kepolisian. Pengaturan ini bertujuan untuk mengakomodasi peserta yang datang dari Banten, DKI Jakarta, serta perwakilan pesantren dan kampus. Menteri Agama mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi. "Saya mengimbau kepada seluruh keluarga besar bangsa Indonesia, terutama yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, mari kita ramaikan Zikir dan Doa Kebangsaan bersama," katanya.
Persiapan Hampir Rampung
Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyatakan bahwa persiapan penyelenggaraan telah memasuki tahap akhir. "Alhamdulillah, pembangunan area panggung telah mencapai sekitar 85 persen. Tinggal penyelesaian akhir seperti pemasangan karpet dan penataan kebersihan," jelasnya. Ia menambahkan, seluruh aspek teknis dan administratif telah dipersiapkan matang, termasuk koordinasi lintas instansi untuk pengamanan, parkir, dan rekayasa arus kedatangan jemaah.
"Konsumsi, keamanan, macam-macam, insyaallah sudah ready ya untuk persiapan besok," ungkapnya.
Layanan Kesehatan dan Ketentuan Bendera
Untuk kenyamanan peserta, panitia menyiapkan layanan kesehatan yang melibatkan 175 tenaga kesehatan, 23 unit ambulans, lima Tim Reaksi Cepat (TRC), serta tiga ambulans advance yang terhubung dengan Mini ICU. Dukungan rujukan juga disiapkan melalui RSPAD Gatot Soebroto, RSJPD Harapan Kita, dan RSCM. Tenaga kesehatan ini merupakan kolaborasi lintas instansi, melibatkan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, Kementerian Sekretariat Negara, Baznas, RS Haji, dan RS Syarif.
Panitia juga menetapkan aturan bagi peserta yang membawa bendera. Bendera diperbolehkan masuk jika menggunakan tiang berbahan pipa paralon atau PVC. Sebaliknya, tiang dari kayu, besi, atau bambu tidak diizinkan. Peserta dengan bendera akan ditempatkan di barisan paling belakang.
Selain doa bersama, acara ini juga akan menampilkan capaian Kementerian Agama dalam penguatan kerukunan umat beragama, peningkatan kapasitas guru dan tenaga pendidik, serta penguatan pendidikan agama dan pesantren. Zikir dan Doa Kebangsaan akan digelar pada Sabtu, 1 Agustus 2026, mulai pukul 17.00 WIB, dan terbuka untuk umum. Hadir pula tokoh lintas agama, pimpinan kementerian/lembaga, serta berbagai unsur masyarakat.
Artikel Terkait
IKUB 2025 Capai Skor Tertinggi, Kemenag: Bukan Berarti Tak Ada Masalah
Kemendikdasmen dan Kemenag Siap Jalankan Formasi dan Jadwal Pengangkatan Guru PPPK
Karnaval HUT ke-81 RI di Monas: Menteri dan Pimpinan TNI-Polri Bagikan Hadiah ke Warga
Prabowo Sapa Warga dari Atas Maung Garuda Usai Karnaval Malam Merdeka