Harapan Baru di Balik Setir: Tukang Becak Malang Sambut Era Listrik dengan Senyum Syukur

- Rabu, 21 Januari 2026 | 22:54 WIB
Harapan Baru di Balik Setir: Tukang Becak Malang Sambut Era Listrik dengan Senyum Syukur

Senyum lebar mengembang, tak bisa disembunyikan dari wajah Wationo yang berusia 59 tahun itu. Matanya berbinar, penuh rasa syukur. Di halaman Balai Kota Malang, Selasa (20/1) lalu, ia menjadi salah satu dari 200 tukang becak yang mendapat bantuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto: sebuah becak listrik baru.

Bagi mereka, ini lebih dari sekadar kendaraan. Ini adalah harapan baru. Cara untuk tetap bekerja di usia yang tak lagi muda dengan tenaga yang lebih hemat.

Wationo mengakuinya. Fisiknya memang sudah tak sekuat dulu saat mengayuh becak kayuh puluhan tahun lamanya. Dengan motor listrik ini, beban kerjanya pasti jauh lebih ringan.

"Alhamdulillah, puji syukur. Saya bersyukur mendapatkan becak ini untuk menafkahi keluarga saya,"

Ucapnya lirih. Rasa haru itu nyata. Sudah sekian lama ia mengayuh untuk menghidupi keluarga, dan kini ia merasa benar-benar diperhatikan.

"Saya betul-betul terima kasih kepada Bapak Presiden yang memikirkan bagaimana rakyat kecil mendapatkan nafkah untuk keluarga. Mudah-mudahan Bapak Presiden diberikan kesehatan, keamanan, berkah di dunia dan akhirat. Sukses Pak Prabowo!"

Kebahagiaan serupa dirasakan Kamin. Kakek dua cucu ini sudah menarik becak sejak 1990. Namun begitu, selama puluhan tahun itu, ia tak pernah punya becak sendiri. Harus menyetor setiap hari ke pemilik. Beban itu terasa berat.

Sekarang, setelah dapat becak listrik, ia tak perlu kejar setoran lagi. Beban hidupnya terasa jauh lebih plong.

"Saya sudah narik becak sejak 1990. Alhamdulillah, hari ini senang sekali mendapatkan bantuan becak listrik dari Pak Presiden. Terima kasih Pak Presiden,"

Kata Kamin singkat, namun maknanya dalam.

Bantuan ini disalurkan lewat Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Menurut mereka, ini bentuk kepedulian pada kesejahteraan sekaligus dukungan untuk transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Acara penyerahan simbolis di Malang dihadiri langsung oleh Ketua Umum Yayasan GSN, Letjen (Purn) Teguh Arief Indratmoko, dan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Wali Kota Wahyu tak menyia-nyiakan momen untuk menyampaikan apresiasi.

"Atas nama Pemerintah Kota Malang dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Hari ini Kota Malang sangat berbahagia karena para pengemudi becak menerima becak listrik gratis. Bantuan 200 becak listrik ini sangat berarti untuk meringankan beban pengemudi becak sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan,"

Jelas Wahyu Hidayat. Ia menambahkan, becak listrik ini nantinya akan diprioritaskan untuk mendukung sektor pariwisata Malang yang ingin jadi kota wisata ramah lingkungan.

Di sisi lain, Teguh Arief Indratmoko menekankan bahwa bantuan ini murni bentuk perhatian Prabowo pada nasib tukang becak. Agar bantuan tak sia-sia, sudah ada kerja sama dengan PT Pindad dan PT Viar untuk penyediaan layanan servis.

"Bengkel Viar sudah ada di tiap kota dan kabupaten seluruh Indonesia, sehingga tidak ada becak listrik bantuan Presiden yang mangkrak,"

Pungkas Teguh meyakinkan. Jadi, bantuan itu bukan hanya seremonial belaka, tapi diharapkan bisa benar-benar mengubah hari esok para penerimanya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar