Tito Karnavian Soroti Data sebagai Kunci Bantuan Huntara dan Huntap di Aceh Utara

- Kamis, 22 Januari 2026 | 17:06 WIB
Tito Karnavian Soroti Data sebagai Kunci Bantuan Huntara dan Huntap di Aceh Utara

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang juga memimpin Satgas Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, memberikan apresiasi atas pembangunan hunian sementara di Aceh Utara. Wilayah ini memang termasuk yang paling parah terdampak. Bayangkan saja, banyak rumah warga yang hancur lebur, rata dengan tanah. Sementara itu, sebagian masyarakat masih harus bertahan di tenda-tenda pengungsian.

“Ada 4.000 unit huntara di Aceh Utara. Mudah-mudahan ini bisa membantu, terutama mereka yang masih tinggal di tenda, agar bisa pindah ke hunian yang lebih layak,” ujar Tito.

Perkataan itu disampaikannya saat meninjau langsung lokasi huntara di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kamis lalu. Ia menyampaikan terima kasih kepada Ditjen Cipta Karya Kementerian PU dan Danantara yang telah bekerja sama membangunnya.

Di sisi lain, upaya bantuan tak cuma berhenti di situ. BNPB juga telah menyiapkan huntara, mendirikan tenda, menyediakan makanan, dan menyalurkan bantuan air bersih melalui tangki.

Namun begitu, huntara hanyalah solusi sementara. Pemerintah sudah menyiapkan langkah selanjutnya, yaitu hunian tetap atau huntap. Khususnya bagi warga yang rumahnya rusak berat atau bahkan hilang sama sekali.

Penyiapan huntap ini akan melibatkan Kementerian Perumahan, BNPB, dan gotong royong banyak pihak. Salah satunya Yayasan Buddha Tzu Chi, yang disebutkan Tito akan membantu membangun ribuan unit rumah layak huni bersama Menteri PUPR.

Tapi semua percepatan bantuan ini, menurut Tito, punya satu kunci utama: data.

“Saya sudah minta bantuan kepada Pak Bupati. Kewajiban pemerintah daerah adalah data,” ungkapnya tegas.

Ia menjelaskan rincian bantuan yang disiapkan. Untuk rumah rusak ringan, bantuannya Rp 15 juta. Rusak sedang Rp 30 juta, dan untuk yang rusak berat Rp 60 juta. Dana ini bisa segera dicairkan setelah data dinyatakan valid dan diverifikasi oleh BNPB.

Tak hanya itu, Tito juga meminta para keuchik untuk mendaftarkan warga yang membutuhkan bantuan lain ke Kementerian Sosial. Mulai dari bantuan uang makan harian, perabotan rumah tangga senilai Rp 3 juta, hingga bantuan pemulihan ekonomi sebesar Rp 5 juta.

“Kuncinya adalah bupati, wali kota yang terdampak mendaftar. Buatlah tim dengan camat, keuchik, Dinas Sosial, dan BPBD. Mendata warga yang memerlukan,” pesannya.

Ia kembali menegaskan, keakuratan data adalah segalanya. Bantuan harus tepat sasaran agar tidak malah menimbulkan masalah hukum nantinya. Semakin cepat data diserahkan, semakin cepat pula warga terbantu dan tidak perlu berlama-lama mengungsi.

“Karena data itu sangat berharga. Coba bayangkan, ada bantuan 15 juta, ditambah 3 juta, ditambah 5 juta, plus uang makan. Makin cepat datanya diserahkan, mereka akan sangat terbantu,” tandas Tito.

Pemerintah, kata dia, akan bekerja keras membantu masyarakat terdampak, termasuk di Langkahan. Harapannya jelas: memulihkan kehidupan warga secepat mungkin.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar