Israel Serang Beirut dan Target Hizbullah, Balas Serangan Rudal ke Wilayahnya

- Senin, 02 Maret 2026 | 11:35 WIB
Israel Serang Beirut dan Target Hizbullah, Balas Serangan Rudal ke Wilayahnya

Ledakan keras mengguncang Beirut pada Senin pagi (2/3). Suaranya terdengar jelas di seantero ibu kota Lebanon itu, menandai dimulainya serangan baru militer Israel. Menurut laporan di lapangan, serangan ini menyasar target-target yang diklaitkan dengan kelompok Hizbullah di berbagai wilayah Lebanon.

Serangan udara Israel ini bukan tanpa pemicu. Sebelumnya, kelompok Hizbullah diketahui telah meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel. Aksi balasan ini mereka klaim sebagai pembalasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Nah, serangan Hizbullah itu sendiri cukup signifikan karena menjadi yang pertama sejak gencatan senjata November 2024 lalu sebuah kesepakatan yang menghentikan sementara pertikaian yang sudah berlangsung lebih dari setahun.

Lewat sebuah pernyataan, militer Israel mengonfirmasi aksinya. Mereka menyebut telah "secara tepat menyerang" sejumlah anggota senior Hizbullah, baik di kawasan Beirut maupun di wilayah selatan Lebanon.

Kantor berita lokal, National News Agency (NNA), melaporkan serangan itu melanda berbagai titik. Salah satunya adalah pinggiran selatan Beirut, yang dikenal sebagai lokasi markas Hizbullah kelompok yang didukung penuh oleh Iran.

Tak berhenti di serangan fisik, Israel juga mengeluarkan peringatan keras. Sekitar 50 kota dan desa di selatan dan timur Lebanon, yang merupakan basis kuat Hizbullah, diminta untuk segera dievakuasi.

Juru bicara militer Israel, Ella Waweya, menyampaikan peringatan itu lewat platform media sosial X.

"Tindakan Hizbullah memaksa IDF untuk bertindak melawannya. Demi keselamatan Anda, segera tinggalkan rumah dan menjauhlah setidaknya 1.000 meter dari desa menuju area terbuka," tulisnya.

Suasana di Beirut pagi itu tentu mencekam. Setelah periode tenang yang relatif lama, dentuman ledakan kembali mengingatkan warga pada konflik yang sebenarnya belum benar-benar padam.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar