Jadi, ada cerita di balik data itu: masyarakat kita makin melek investasi.
Dari sisi kinerja, sepanjang 2025 pasar modal kita juga tumbuh kuat. Pertumbuhan ini terlihat jelas di partisipasi investor dan nilai aset kelolaan, terutama di industri pengelolaan investasi. Reksadana, misalnya, catat asetnya membengkak sekitar 33 persen. Performa yang sulit diabaikan.
Lantas, bagaimana prospek ke depan? Lee terlihat optimistis. Optimisme ini ditopang prospek ekonomi jangka menengah yang positif, ditambah lagi dengan partisipasi investor yang masih berpotensi naik dan pengembangan pasar modal yang tak kunjung berhenti.
Pesan penutupnya jelas: peluang itu masih terbuka lebar, asal kita pintar-pintar memilih.
Artikel Terkait
Harga Emas Anjlok 1,16% Imbas Dolar dan Imbal Hasil AS Menguat
Harga Minyak Meroket Akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah
Wall Street Anjlok Diterpa Lonjakan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah
Saham Elnusa (ELSA) Cetak Rekor Tertinggi Sejak 2008, Tembus Rp1.050