Alex Yoe memegang sekitar 1,29 miliar saham, atau setara 47,64% dari total saham beredar.
Pemegang saham mayoritas lainnya adalah Susan Yoewono, dengan kepemilikan sekitar 20,32%. Sementara itu, publik memegang sisa sahamnya, yakni sekitar 29,94%.
Dan sebagai penerima manfaat akhir, atau pemilik sebenarnya, adalah Alex Yoe yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama perusahaan.
ASPR sendiri baru saja melantai di bursa pada tahun 2025. Mereka melakukan penawaran perdana (IPO) dengan melepas 812 juta saham di harga Rp124 per saham. Hasilnya? Dana segar sebesar Rp100,68 miliar berhasil dihimpun.
Kini, kinerjanya di pasar cukup moncer. Pada sesi kedua di hari yang sama, saham ASPR masih bertengger di kisaran Rp166-Rp167. Yang lebih mencengangkan, dalam sebulan terakhir, saham ini telah naik lebih dari 67%. Padahal di awal Januari 2026, harganya masih di bawah Rp100. Sebuah lonjakan yang patut dicermati.
Artikel Terkait
Wall Street Anjlok Diterjang Data Buruk dan Ancaman Perang di Timur Tengah
Pemerintah Siapkan Bansos dan Diskon Transportasi untuk Jaga Daya Beli Jelang Lebaran 2026
Danantara Tunjuk Dua Perusahaan China Kelola Proyek Sampah Jadi Listrik di Bekasi dan Denpasar
Kobexindo Buka Cabang di Manado untuk Dongkrak Pasar Alat Berat Indonesia Timur