Sejak Ramadan dimulai, ada kabar baik dari Aceh dan Sumatera Utara. Jumlah warga yang masih mengungsi di tenda-tenda terus menyusut, dan penurunannya cukup drastis. Cuma dalam waktu kurang dari dua pekan, ada pengurangan hampir setengahnya, tepatnya 6.121 jiwa. Angkanya turun 47,1%.
Kalau kita lihat catatan harian Satgas PRR Pascabencana Sumatera, awal Ramadan tanggal 20 Februari lalu, pengungsi masih mencapai 12.994 jiwa. Sebagian besar, 12.144 jiwa, ada di Aceh. Sementara Sumut menampung 850 jiwa. Berbeda dengan kondisi di Sumatera Barat yang sudah bisa dibilang bersih dari pengungsi di tenda.
Nah, data terbaru per Kamis pagi (5/3) menunjukkan situasi yang makin membaik. Total pengungsi yang tersisa kini 6.873 jiwa. Rinciannya, 6.187 jiwa di Aceh dan 686 jiwa di Sumut. Tren penurunan ini sejalan dengan kerja cepat di lapangan.
Kemajuan yang paling terasa ya di pembangunan hunian sementara atau huntara. Dari rencana total 18.309 unit untuk tiga provinsi, progressnya sudah mencapai 67% per 4 Maret. Artinya, 12.279 unit huntara sudah berdiri dan siap dihuni. Data ini dirilis oleh BNPB dan Kementerian PUPR.
Selain huntara, pembangunan hunian tetap alias huntap juga mulai bergulir. Memang yang selesai baru 6 unit, tapi ada 1.363 unit lainnya yang sedang dalam pengerjaan. Total rencana huntap ini cukup besar, mencapai 36.669 unit.
Di sisi lain, soal bantuan tunai untuk tempat tinggal, progressnya patut diacungi jempol. Penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) sudah mencapai 100%. Semua dari 10.783 penerima di tiga provinsi itu sudah menerima uangnya langsung ke rekening.
Bantuan lain yang sedang diproses adalah jaminan hidup (jadup) dari Kementerian Sosial. Bantuan ini menyasar 175.211 jiwa atau setara 47.686 kepala keluarga di 37 wilayah terdampak. Anggarannya tidak kecil, sekitar Rp 236,53 miliar.
Upaya percepatan ini memang jadi prioritas utama. Sebelumnya, Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, sudah menegaskan hal itu. Targetnya jelas: memindahkan pengungsi dari tenda secepat mungkin.
“Kita harapkan secepat mungkin bisa menyelesaikan sebelum Idul Fitri. Kalau bisa sebelum Idul Fitri semua tidak ada di tenda tapi di huntara atau menerima dana tunggu hunian yang diberikan,”
Begitu penegasan Tito dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/3) lalu. Target ambisius ini sendiri sudah disampaikan dalam rapat koordinasi tingkat menteri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, akhir Februari kemarin.
Artikel Terkait
Gedung Putih Pastikan Wapres AS Pimpin Delegasi ke Pakistan untuk Bicara dengan Iran
Trump Unggah Gambar AI Dirinya Serupa Yesus, Kian Panaskan Ketegangan dengan Vatikan
Mentan Klaim Stok Beras 4,9 Juta Ton Siap Hadapi El Nino 2026
Pemerintah Targetkan Hentikan Impor Solar Mulai 1 Juli 2026