MEDAN Suasana mencekam menyelimuti kawasan Jalan Yos Sudarso KM 6,5 di Medan Deli, Selasa malam lalu. Kebakaran hebat melalap PT Garuda Mas Perkasa, sebuah pabrik ban Swallow. Kepulan asap hitam pekat sudah terlihat sejak sekitar pukul delapan malam, tapi kobaran api benar-benar membesar dua jam kemudian. Dari kejauhan, terdengar suara ledakan beruntun yang memecah kesunyian malam.
Menghadapi situasi darurat itu, Brimob Polda Sumut tak cuma mengerahkan personel. Mereka juga membawa senjata berat yang tak biasa: mobil Armoured Water Cannon atau AWC. Kendaraan taktis yang biasanya untuk pengendalian massa itu, kini diposisikan untuk menyerang si jago merah dari berbagai sisi. Air disemburkan deras untuk memutus rantai api yang sulit dikendalikan. Maklum, material di dalam pabrik terutama karet sangat mudah terbakar.
“Kami dengar ledakan, ternyata ada kebakaran. Sampai saat ini sudah ada tujuh kali ledakan keras banget dari pabrik,” ujar Marsya, seorang saksi mata yang masih terkesima.
Dia menambahkan, titik awal api diduga berasal dari area gudang. Dari sana, api merambat dengan cepat sekali, dipicu oleh tumpukan material yang mudah menyala. Aroma karet terbakar bahkan menyengat hingga ke jalan raya utama.
Selain AWC, sekitar 20 personel Brimob diterjunkan. Tugas mereka bukan hanya memadamkan api, tapi juga mengamankan lokasi dan mengendalikan kerumunan warga yang berdatangan. Proses pemadaman harus berjalan tanpa gangguan.
Kerja sama dengan petugas Damkar Kota Medan pun dilakukan. Penyemprotan air dilakukan secara intensif, berusaha membendung api agar tidak menjalar ke bangunan lain di sekitarnya. Perjuangan itu berlangsung hingga dini hari. Bahkan menjelang pukul 02.30 WIB, petugas masih sibuk melakukan pendinginan, memastikan tidak ada bara yang tersisa.
Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Rantau Isnur Eka, menegaskan bahwa pengerahan kekuatan ini adalah bentuk respons cepat.
“Ini wujud kesiapan Satuan Brimob Polda Sumut manakala dibutuhkan secara cepat dan mendadak. Baik untuk pengamanan maupun penanganan situasi darurat, demi keselamatan masyarakat dan stabilitas kamtibmas,” katanya pada Rabu (28/1).
Di sisi lain, penyebab kebakaran masih diselidiki. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik di area pabrik. Namun, kesimpulan resmi tentu masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Inafis Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan yang turun ke TKP.
Sampai berita ini diturunkan, informasi mengenai korban jiwa masih belum jelas. Yang pasti, kerugian material ditaksir mencapai miliaran rupiah. Pabrik yang biasanya ramai dengan aktivitas produksi, kini hanya menyisakan kepulan asap dan pertanyaan.
Artikel Terkait
PSG Vs Bayern Munich di Semifinal Liga Champions, Laga Final Dini yang Diprediksi Ketat
Tiga Sipir Lapas Blitar Diduga Jual Beli Kamar Sel Khusus hingga Rp100 Juta per Napi
Tim Uber Indonesia Kunci Juara Grup C Usai Comeback Dramatis Lawan Chinese Taipei
Polda Papua Bongkar Praktik Ilegal BBM Subsidi di Merauke, Negara Rugi Hingga Rp197 Juta