Sabtu sore di Tanah Abang, Jakarta Pusat, ramainya luar biasa. Pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara itu memang selalu jadi magnet, apalagi jelang Lebaran 2026. Lapak-lapak penuh sesak, dari yang jual gamis, pakaian kekinian, sampai sepatu, semua dikerubungi calon pembeli.
Suasana hiruk-pikuk itu, kata sejumlah pedagang, belum tentu mencerminkan omzet yang sama gemanya. Salah satunya adalah Heriyah, seorang pedagang yang sudah lama berjualan di sana. Menurutnya, meski orang berdatangan, daya belinya berbeda.
"Mulai sekarang ini tuh toko di sini lagi sepi tidak seperti tahun-tahun kemarin. Kalau sekarang semua toko tuh agak merosot omzetnya," ujar Heriyah.
Wanita berusia 45 tahun itu bercerita, keramaian di akhir pekan seperti Sabtu ini memang biasa. Tapi jumlah transaksi tak sebanding.
"Kalau suasana orang (pengunjung) di pasar ramai, Sabtu-Minggu ramai orang. Cuma yang belanjanya itu yang rada kurang. Tapi Alhamdulillah yang belanja hari ini ya ada aja," tambahnya.
Yang bikin makin sulit, tawar-menawar yang kelewat ketat. Heriyah mengeluh, pembeli sering menawar dengan 'sadis', padahal margin keuntungan yang dia ambil sudah tipis sekali. Rasanya seperti gigit jari.
"Kita sudah harga obral kasih murah masih saja minta kurang. Jadi omzetnya itu yang kurang, kalau situasi pasar ramai, Sabtu-Minggu apalagi, tapi penjualan toko kita turun daripada yang (tahun) kemarin," jelasnya dengan nada sedikit frustrasi.
Di tengah situasi itu, ritme pasar tetap berjalan. Pusat Grosir Blok A rencananya akan tutup mulai Jumat, 20 Maret 2026, untuk libur Lebaran. Aktivitas baru akan kembali normal sekitar seminggu setelah hari raya.
Jadi, di balik keriuhan Tanah Abang yang legendaris itu, ada cerita lain yang lebih pelan: harapan dan perhitungan para pedagang yang sedang diuji oleh situasi.
Artikel Terkait
Mesir Gelar Latihan Perang 100 Meter dari Perbatasan Israel, Kerahkan Tank dan Rudal
Pemerintah Akan Umumkan Aturan Baru Outsourcing Sebelum May Day 2026
Mantan Finalis Putri Indonesia Riau Jadi Tersangka Dokter Kecantikan Gadungan, 15 Korban Alami Cacat Permanen
Operasional Haji 1447 H Hari ke-9: 47.834 Jemaah Telah Diberangkatkan, Satu Korban Kecelakaan Bus di Madinah Masih Dirawat