Jakarta Utara diguyur hujan deras sepanjang Jumat sore, 6 Maret 2026. Tak tanggung-tanggung, curah hujan yang tinggi itu langsung membanjiri Jalan Plumpang Semper Raya di Koja. Ruas jalan itu pun terendam, mengubahnya menjadi semacam kolam luas.
Airnya tak main-main, kira-kira setinggi 30 sentimeter. Pengendara yang melintas terpaksa menurunkan kecepatan mobil dan motornya, berhati-hati menerobos genangan yang sudah muncul sejak pukul lima sore tadi. Menurut pantauan di lokasi, banjir menggenangi jalan sepanjang 400 meter lebih, baik dari arah Simpang Lima menuju Tanjung Priok maupun dari arah sebaliknya. Lalu lintas pun otomatis tersendat.
Bagi warga sekitar, kejadian seperti ini sepertinya sudah jadi langganan. Heni, salah seorang yang terjebak, mengaku kaget meski sebenarnya sudah sering mengalaminya.
"Saya mau ke rumah sakit, tahu-tahu banjir. Motor saya mogok kena banjir,"
keluhnya pada Jumat sore itu. Ia menceritakan, genangan air datang begitu cepat saat hujan mengguyur dengan intensitas tinggi. Bukan cuma dari air hujan, tapi juga luapan saluran air di sekitar lokasi yang sudah tak mampu lagi menampung.
Memang, lokasi itu dikenal rawan. Setiap kali hujan deras turun, genangan hampir bisa dipastikan muncul.
"Sering ini, rawan banjir. Tiap hujan begini, dari got juga meluap ini,"
tambah Heni dengan nada kesal. Pengalamannya hari itu hanyalah satu dari sekian kali ia harus berurusan dengan banjir di Plumpang.
Harapannya, dan mungkin harapan banyak warga lain, sederhana saja: pemerintah bisa segera memperbaiki sistem drainase di wilayah tersebut. Agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan tiba. Situasi hari Jumat itu jelas mengganggu aktivitas dan merugikan banyak orang.
Artikel Terkait
Dokter Bantah Mitos Anak Campak dan Cacar Tak Boleh Mandi: Justru Penting untuk Kebersihan Kulit
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Vonis Hary Tanoe dan MNC Bayar Ganti Rugi Rp531 Miliar ke CMNP
Istri dan Dua Anak Bandar Narkoba Ko Erwin Resmi Ditahan Bareskrim dalam Kasus TPPU
PKB Kaji Penerapan Ambang Batas Parlemen di Tingkat Daerah