Pemerintah Siapkan Bansos dan Diskon Transportasi untuk Jaga Daya Beli Jelang Lebaran 2026

- Jumat, 06 Maret 2026 | 20:40 WIB
Pemerintah Siapkan Bansos dan Diskon Transportasi untuk Jaga Daya Beli Jelang Lebaran 2026

JAKARTA – Menjelang Lebaran 2026, pemerintah tak main-main dalam menyiapkan stimulus. Airlangga Hartarto, sang Menko Perekonomian, mengungkap sederet langkah konkret untuk menjaga laju ekonomi di triwulan pertama tahun ini. Intinya, daya beli masyarakat harus tetap terjaga.

Di acara Opening Ceremony BINA Lebaran 2026 di Senayan City Mall, Jumat (6/3), Airlangga membeberkan detailnya. Salah satu andalan adalah bantuan sosial. Rencananya, 35 juta keluarga penerima manfaat akan dapat beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter per bulan. Bantuan ini akan mengalir selama dua bulan berturut-turut.

"Pemerintah mendorong berbagai stimulus di triwulan I dan juga berbagai bansos, termasuk mendorong beras 10 kg per bulan dan minyak 2 liter yang akan diberikan untuk 2 bulan berturut-turut. Itu untuk 35 juta keluarga penerima manfaat dan total anggarannya Rp11,92 triliun,"

Angka itu tentu tidak kecil. Tapi pemerintah rupanya punya lebih dari sekadar bansos. Mereka juga menggenjot mobilitas masyarakat dengan diskon tarif transportasi. Rata-rata potongan harganya mencapai 30 persen. Khusus untuk pesawat, diskonnya sedikit berbeda, yakni sekitar 17 sampai 18 persen untuk kelas ekonomi.

Nah, agar diskon transportasi ini benar-benar dimanfaatkan, kebijakan work from anywhere (WFA) juga didorong. Harapannya, orang bisa pulang kampung atau jalan-jalan dengan biaya lebih terjangkau, sekaligus menggerakkan ekonomi di daerah tujuan.

Di sisi lain, ada faktor tradisional yang selalu jadi penyokong konsumsi: Tunjangan Hari Raya. Untuk ASN, TNI, dan Polri, pemerintah sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp55 triliun. Sementara dari sektor swasta, angkanya diperkirakan lebih besar lagi.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, perusahaan swasta diproyeksikan menggelontorkan THR hingga Rp124 triliun. Bahkan perusahaan transportasi daring pun tak ketinggalan. Mereka menyiapkan sekitar Rp220 miliar khusus untuk para pengemudi ojek online.

"Jadi sebetulnya dana yang digelontorkan besar. Dan saya monitor BINA targetnya sekarang Rp53 triliun dan ini naik 20 persen dibandingkan tahun yang lalu. Dan kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri,"

Semua langkah ini, tentu saja, punya target yang jelas. Pemerintah berharap momentum Lebaran bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 mencapai sekitar 5,5 persen. Optimisme itu bukan tanpa dasar.

Airlangga menyebut, ia melihat sinyal positif dari kalangan peritel dan pengelola pusat belanja. Jika penjualan mereka meningkat seperti harapan, maka target pertumbuhan yang lebih tinggi di tahun 2026 bukanlah hal yang mustahil.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar