Sementara itu, ceritanya berbeda untuk COCO. Saham produsen cokelat ini masuk FCA lantaran ekuitasnya yang sudah negatif kriteria 5. Per posisi 30 September 2025, nilai ekuitas Wahana Interfood Nusantara tercatat minus Rp5 miliar. Situasi yang tentu jadi perhatian serius.
Di sisi lain, ada juga kabar baik dari BEI. Tidak hanya memasukkan, Bursa juga mengeluarkan satu saham dari daftar pemantauan khusus, yaitu NATO. Saham Surya Permata Andalan ini sebelumnya juga sempat masuk FCA dengan alasan serupa: suspensi perdagangan lebih dari satu hari. Kini, statusnya kembali normal.
Langkah-langkah seperti ini memang rutin dilakukan BEI untuk menjaga ketertiban pasar. Tujuannya jelas: melindungi investor dari gejolak yang terlalu ekstrem dan memastikan transaksi berjalan wajar.
Artikel Terkait
VKTR Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi dengan Truk Listrik
Danantara Godok Skema Holding Maskapai Garuda, Citilink, dan Pelita Air
Sari Roti Rencanakan Diversifikasi ke Bisnis Pakan Ternak dari Limbah Produksi
IHSG Menguat Tipis ke 8.235,49 Didorong Aksi Beli di Saham-Saham Emiten Tertentu