Di sisi lain, Prabowo mengakui ada potensi yang masih terlewat. Panas bumi Indonesia disebutnya yang terbesar di dunia, sayangnya belum dimanfaatkan maksimal. Begitu pula dengan energi air dan surya yang masih punya ruang pengembangan sangat luas.
Meski target energi bisa molor, ia punya contoh keberhasilan yang justru lebih cepat dari perkiraan: swasembada beras. Target awalnya empat tahun, tapi tercapai hanya dalam satu tahun. "Ini sesuatu yang tidak diduga-duga oleh siapa pun," ungkapnya, seolah memberi sinyal bahwa percepatan tetap mungkin terjadi.
Nah, untuk mendorong semua itu, Prabowo memberi instruksi langsung kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Titik beratnya ada di sektor hulu.
"Cadangan minyak kita sangat besar, cadangan gas kita sangat besar, tinggal kita mengelola dan mengejarnya," tandasnya. "Saya minta ya Menteri ESDM, segera perluas eksplorasi, segera mempermudah mereka yang mau eksplorasi. Jangan dikutip-kutip di depan."
Pesan terakhirnya itu terdengar seperti seruan sekaligus peringatan. Ia ingin investasi dan eksplorasi digenjot, tanpa hambatan birokrasi yang berbelit. Soal waktu? Ia santai saja. Asal langkahnya konkret dan terus maju.
Artikel Terkait
ALII dan COCO Masuk Papan Khusus, NATO Kembali Normal
Krakatau Steel dan Tata Metal Lestari Perkuat Rantai Pasok Baja Nasional
Gaji Fantastis dan Tunjangan Mewah, Mengapa Masih Ada Korupsi di Pajak?
Prabowo Tancapkan Dua Target Besar: Hapus Kemiskinan Ekstrem dan Resmikan Kilang Raksasa