Fasilitas pendukungnya juga disiapkan. Mulai dari toilet umum, jaringan air bersih, sanitasi, sampai instalasi listrik dan pencahayaan. Jadi, meski bersifat sementara, kebutuhan dasar penghuninya diusahakan terpenuhi.
Soal konstruksi, Kementerian PU memilih sistem modular dengan rangka baja ringan. Sistem ini bukan hal baru. Selain kuat dan tahan lama, keunggulan utamanya adalah kecepatan pembangunan. Dalam situasi darurat seperti ini, faktor waktu jelas sangat krusial.
Dody Hanggodo pun meyakinkan, "Kami menggunakan sistem modular baja yang sudah biasa kita pakai selama ini di mana-mana, dan sudah terbukti secara kualitas serta tahan lama."
Harapannya, dengan sistem yang sudah teruji itu, huntara-huntara ini tak cuma cepat berdiri, tapi juga bisa memberikan rasa nyaman dan layak bagi warga yang menempatinya, setidaknya sampai mereka bisa kembali pulang.
Artikel Terkait
Harga Minyak Diprediksi Tertekan hingga 2026, Baru Pulih Setelahnya
Pasar Tenaga Kerja AS Mandek, Tapi Tingkat Pengangguran Justru Menyusut
Beras untuk Rakyat 2026 Dijamin Aman, Stok Bulog Capai 3,2 Juta Ton
Iran di Ambang Perubahan: Krisis Ekonomi dan Gejolak Sosial Menggerus Fondasi Republik Islam