Latar belakangnya, keempat saham itu sebelumnya dipindahkan ke papan FCA karena memenuhi kriteria tertentu. Aturan mainnya, jika sebuah saham kena suspensi lebih dari satu hari akibat aktivitas perdagangan yang tidak wajar, ya masuklah ia ke papan pemantauan khusus. Tujuannya jelas, untuk pengawasan.
Performa keempat saham ini memang cukup mencengangkan sepanjang tahun lalu. Ambil contoh IRSX, harganya melonjak luar biasa lebih dari 1.500 persen pada 2025, sampai menyentuh level Rp675. Kenaikan gila-gilaan ini didorong oleh serangkaian aksi korporasi yang dilakukan emiten.
Di sisi lain, BEI ternyata tak hanya melakukan pelepasan. Pekan depan, justru ada satu saham yang akan dimasukkan ke dalam papan FCA. Saham PT Pelayaran National Bina Buana Raya Tbk (BBRM) ini naik lebih dari 100 persen hanya dalam sebulan. Lonjakan tajam itulah yang memicu suspensi dan akhirnya membawa BBRM ke papan pemantauan khusus.
Jadi, ada yang keluar, ada juga yang masuk. Pasar modal memang selalu dinamis, penuh kejutan dari hari ke hari.
Artikel Terkait
INET (Sinergi Inti Andalan Prima) Ekspansi ke Bisnis Perdagangan Peralatan Telekomunikasi
IHSG Naik 6,14%, Saham TRUK Melonjak Lebih dari 100%
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi