Memang, di pembukaan perdagangan Jumat (2/1/2026), rupiah sedikit melemah ke Rp 16.680. Tapi yield SBN 10 tahun tetap stabil di kisaran 6,04 persen. Fluktuasi yang wajar.
Namun begitu, jika dilihat secara keseluruhan sepanjang 2025, ceritanya agak berbeda. Data kumulatif hingga 31 Desember menunjukkan investor nonresiden masih mencatatkan jual bersih. Mereka melepas aset di pasar saham dan SRBI, meski tetap membeli neto di pasar SBN senilai Rp 2,01 triliun.
Menyikapi semua ini, BI menegaskan komitmennya. Koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait akan terus diperkuat.
"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan perekonomian eksternal Indonesia," tutup Denny.
Jadi, meski perjalanan sepanjang tahun 2025 penuh tantangan, penutupannya memberi sinyal positif. Tinggal menunggu langkah kebijakan selanjutnya untuk menjaga momentum ini.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 2,02% di Sesi I, Didorong Aksi Beli Luas
BEI Soroti Sembilan Emiten dengan Kepemilikan Saham Terlalu Terkonsentrasi
IHSG Bangkit Usai Gencatan Senjata, Analis Ingatkan Risiko Masih Membayangi
Gencatan Senjata AS-Iran Pacu Bursa Asia Menguat, Investor Tetap Waspada