Pro Liga Tenis Indonesia Master 2025 Siap Pecah Kekosongan di Jakarta

- Rabu, 24 Desember 2025 | 13:54 WIB
Pro Liga Tenis Indonesia Master 2025 Siap Pecah Kekosongan di Jakarta

Jakarta bakal kembali ramai oleh debu lapangan tenis akhir tahun ini. Pasalnya, Pengurus Pusat Persatuan Tenis Indonesia (Pelti) baru saja mengumumkan penyelenggaraan Pro Liga Indonesia Master 2025. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, tepatnya dari tanggal 22 hingga 28 Desember mendatang.

Nurdin Halid, sang Ketua Umum, tak menyia-nyiakan kesempatan untuk memaparkan visi besar di balik ajang ini. Menurutnya, kompetisi berjenjang adalah kunci utama. Tanpa itu, mustahil membangun regenerasi pemain yang solid dan berkesinambungan.

"Jadi, Pelti telah membuat sebuah visi yaitu membangun tenis sebagai sebuah industri menuju industri emas 2045. Visinya antara ini adalah harus ada kompetisi berkelanjutan. Maka, Pelti telah merancang kompetisi itu mulai dari usia 12, 14, 16, 18 dan Pro Liga," kata Nurdin Halid di Jakarta, Selasa (23/12).

"Pro Liga ini adalah puncak dari seluruh prosesi kompetisi yang akan digelar oleh Pelti. Tujuannya adalah untuk menciptakan pemain-pemain yang berkualitas, pemain-pemain yang bisa berkualitas tingkat dunia. Sehingga ada motivasi bagi anak muda kita dari usia dini untuk bermain tenis," lanjutnya.

Ia kemudian menekankan aspek lain yang kerap terlupakan: prospek ekonomi. Bagi Nurdin, tenis harus dilihat lebih dari sekadar olahraga atau hobi semata.

"Karena tenis tidak hanya sebagai sebuah olahraga, tidak hanya sebagai sebuah hobi, tapi sudah menjadi sebuah pekerjaan yang menjadikan pendapatan penghasilan masa depan bagi anak-anak kita. Sehingga orang tua, pelatih ada motivasi untuk mendorong daripada anak muda kita dari usia dini untuk bermain tenis," dirinya menambahkan.

Di sisi lain, Nurdin mengakui sebuah kekosongan yang sudah lama terjadi. Selama ini, Indonesia memang belum punya turnamen tenis level profesional yang benar-benar mapan. Nah, Pro Liga Indonesia Master 2025 inilah yang diharapkannya bisa mengisi celah itu dan memberi dampak positif bagi industri tenis nasional.

"Selama ini belum pernah ada Liga yang bersifat profesional. Nah inilah yang kita gelar. Pro Liga hari ini sebetulnya adalah merupakan launching dari Pro Liga yang akan kita gelar seharusnya mulai tahun depan," ucapnya.

Namun begitu, ia juga realistis. Mimpi besar mustahil diwujudkan sendirian. Butuh sokongan dari berbagai pihak untuk menggerakkan roda olahraga yang memang dikenal boros biaya ini.

"Itu kita mengharapkan bahwa sebuah olahraga ini tanpa partisipasi dari para pengusaha, partisipasi dari BUMN, perusahaan-perusahaan swasta, maka tidak mungkin bisa berjalan sendiri. Karena olahraga itu membutuhkan biaya yang sangat besar," jelas Nurdin.

Jadi, semua mata kini tertuju pada Desember nanti. Bisakah Pro Liga ini menjadi awal yang baik? Waktulah yang akan menjawab.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar