MURIANETWORK.COM - Dalam Liga 1 BRI 2023/2024, gelar "tim terbaik" tidak lagi hanya milik sang pemuncak klasemen. Analisis yang lebih mendalam justru mengarah pada tim yang paling sulit dikalahkan, sebuah indikator ketangguhan yang kerap menentukan juara sejati. Hingga pekan ke-20, dua tim yang menonjol dalam hal ini adalah Persebaya Surabaya dan Persib Bandung, yang masing-masing hanya menelan tiga kekalahan rekor yang lebih baik dibandingkan para pesaing di papan atas.
Statistik yang Bicara: Fondasi Ketangguhan
Angka-angka di klasemen memberikan gambaran awal yang jelas. Dengan hanya tiga kekalahan, catatan Persebaya dan Persib mengungguli Persija Jakarta (lima kekalahan) dan Borneo FC (empat kekalahan). Dalam sebuah kompetisi marathon, selisih yang tampaknya kecil ini sering kali menjadi pembeda utama antara kandidat juara sejati dan penantang biasa. Konsistensi untuk jarang kalah menjadi modal berharga yang dibangun kedua tim ini.
Persebaya: Kekuatan Berasal dari Sistem
Kemajuan Persebaya di bawah kendali Bernardo Tavares bukanlah sebuah kejutan instan, melainkan hasil dari proses bertahap yang terlihat semakin matang. Tim yang kini bercokol di peringkat kelima dengan 35 poin ini menunjukkan kekuatannya justru saat dihantam masalah. Ketika sejumlah pilar seperti Bruno Moreira atau Milos Raickovic absen, struktur permainan tim tidak serta-merta runtuh.
Kemenangan 3-1 atas Bali United di Gianyar dengan komposisi yang tidak ideal menjadi buktinya. Tanpa pemain-pemain kunci, Persebaya tetap tampil disiplin, efektif dalam transisi, dan solid di lini belakang.
"Di situlah letak pembeda," tulis pengamat. Tavares dinilai tidak menggantungkan tim pada individu, tetapi berhasil membangun sebuah sistem yang fleksibel. Ia memanfaatkan kedalaman skuad dan berani memberikan kepercayaan kepada pemain muda, menciptakan fondasi yang tidak mudah goyah oleh perubahan kondisi.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan
Kiandra Ramadhipa Siap Berlaga di FIM Moto3 Junior World Championship 2026