BTN Catat Laba Bersih Rp3,5 Triliun di 2025, Didorong Efisiensi dan Transformasi Bisnis

- Senin, 09 Februari 2026 | 18:00 WIB
BTN Catat Laba Bersih Rp3,5 Triliun di 2025, Didorong Efisiensi dan Transformasi Bisnis

MURIANETWORK.COM - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada tahun 2025, dengan laba bersih konsolidasian mencapai Rp3,5 triliun. Angka ini tumbuh 16,4% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya, didorong oleh efisiensi operasional dan pertumbuhan pendapatan yang sehat. Total aset bank yang fokus pada pembiayaan perumahan ini juga berhasil melampaui target, mencapai Rp527,79 triliun.

Transformasi Bisnis Jadi Penopang Utama

Pencapaian tersebut tidak lepas dari transformasi menyeluruh yang dijalankan perseroan. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menilai bahwa pertumbuhan yang signifikan ini merupakan hasil dari strategi bisnis yang terukur dan pengelolaan keuangan yang disiplin. Transformasi di berbagai lini bisnis dinilai berhasil mengakselerasi pertumbuhan sekaligus memperkuat fondasi profitabilitas bank.

Dalam paparan kinerja di Jakarta, Senin (9 Februari 2026), Nixon menjelaskan, "Kinerja yang positif ini merupakan hasil kerja keras atas penerapan strategi bisnis yang cermat serta pengelolaan keuangan yang sehat dan disiplin."

Fundamental Kuat: NIM Melejit dan Kredit Tumbuh

Fundamental keuangan BTN menunjukkan ketahanan yang baik. Bank berhasil menekan kenaikan beban bunga hanya sebesar 0,4%, sementara pendapatan bunga melonjak 23% menjadi Rp36,33 triliun. Kombinasi ini mendorong margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) melesat hingga 133 basis poin, menjadi 4,2%.

Di sisi penyaluran kredit, pertumbuhan tetap terjaga di level dua digit. Portofolio kredit BTN naik 11,9% menjadi Rp400,57 triliun, dengan sektor perumahan masih menjadi penyangga utama senilai Rp328,4 triliun. Yang menarik, produk baru pemerintah, Kredit Program Perumahan (KPP), yang baru diluncurkan Oktober 2025, langsung menyumbang Rp2,6 triliun.

Nixon melihat potensi besar dari produk baru ini. "KPP menjadi mesin baru untuk mendorong pertumbuhan kredit BTN serta menawarkan profitabilitas yang lebih baik karena marginnya yang lebih tinggi dibandingkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)," ungkapnya. "Kami berharap program ini dapat menjadi solusi bagi wirausaha yang membutuhkan rumah yang sekaligus menjadi tempat usaha mereka."

Dukungan Dana Murah dan Ekosistem Digital

Kepercayaan nasabah tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 14,6% menjadi Rp437,39 triliun. Pertumbuhan ini turut didorong oleh adopsi superapp Bale by BTN yang semakin masif. Jumlah pengguna aplikasi tersebut melonjak 66,1% menjadi 3,7 juta, dengan nilai transaksi yang menembus angka fantastis: Rp103,6 triliun.

Nixon menekankan bahwa Bale dikembangkan sebagai lebih dari sekadar aplikasi perbankan digital. Platform ini diposisikan sebagai ekosistem solusi keuangan terintegrasi bagi keluarga. Rata-rata saldo pengguna Bale yang lebih tinggi turut berkontribusi pada pengumpulan dana murah yang stabil bagi bank.

Menutup paparannya, Nixon menyatakan, "Kami akan terus mendorong positioning Bale sebagai superapp yang menawarkan ekosistem terintegrasi untuk solusi transaksi keuangan keluarga, baik yang terkait dengan kebutuhan perumahan maupun berbagai macam lifestyle lainnya."

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar