MAKASSAR Sabtu nanti, Stadion Gelora B.J. Habibie di Parepare dipastikan bakal bergetar. PSM Makassar akan menjamu Dewa United dalam laga pekan ke-21 Super League. Bukan cuma soal poin, duel ini juga jadi panggung pembuktian untuk satu nama: Dusan Lagator.
Bek anyar asal Montenegro itu diprediksi akan langsung turun. Ia menggantikan Yuran Fernandes, sang pilar pertahanan yang absen karena akumulasi kartu kuning. Ya, kemenangan tipis 2-1 atas PSBS Biak pekan lalu ternoda oleh kartu kuning keempat Yuran di menit ke-50. Hilangnya pemain nomor punggung 4 itu jelas pukulan berat.
Selama ini, Yuran adalah pemimpin belakang yang solid. Statistiknya berbicara: 61 intersep, 30 sapuan, 29 tekel. Tanggung jawab besar kini beralih ke bahu Lagator.
Di sisi lain, para suporter tentu penasaran. Mampukah pemain jangkung berpostur 190 cm ini meredam agresivitas Ivar Jenner dan serangan Dewa United?
Pintu Terbuka untuk Sang Menara Baru
Absennya Yuran memang membuka kesempatan lebar bagi Dusan Lagator untuk melakoni debut. Pemain ini punya atribut mentereng; duel udara kuat, tekel berani, kemampuan membaca permainan lawan. Tapi tantangannya nyata: chemistry dengan rekan setim yang masih seumur jagung.
Pelatih Tomas Trucha punya pilihan. Mencoba Lagator berduet dengan Aloisio Neto Soares, atau menarik Akbar Tanjung ke posisi bek tengah. Apapun keputusannya, harus dipertimbangkan matang. Soalnya, lini belakang PSM musim ini kerap bermasalah.
Konsentrasi yang buyar di babak kedua sudah jadi penyakit. Lihat saja laga lawan PSBS Biak. Sudah unggul 2-0, eh kebobolan di menit ke-80. Hal inilah yang jelas-jelas disesalkan Tomas Trucha.
"Seharusnya kita memegang bola lebih lama, bermain di setengah area lawan lebih lama," ujar Trucha.
"Setelah Biak mendapatkan peluang dan mencetak gol, kami tidak bisa lagi bermain," tambahnya.
Ujian Pertama yang Tak Ringan
Laga melawan Dewa United bukan ujian main-main. Tim asal Tangsel itu datang ke Parepare dalam kondisi "terluka" setelah takluk 1-2 dari Persik Kediri. Mereka pasti ingin balas dendam.
Fokus utama ada pada Ivar Jenner. Playmaker itu punya visi dan umpan terobosan yang mematikan. Tanpa Yuran yang jago mengatur posisi, Dusan Lagator dituntut komunikasi instan dengan Aloisio dan Syahrul Lasinari. Sedikit telat menutup celah, bahaya sudah mengintai.
Namun begitu, bermain di depan pendukung sendiri di GBH Parepare tentu memberi energi lebih. Ekspektasi tinggi menggantung. Dusan harus tunjukkan ia bukan sekadar pelapis, tapi kompetitor sejati untuk Yuran Fernandes.
Lalu, Siapa Sebenarnya Dusan Lagator?
Bek tengah berusia 31 tahun ini bukan pemain kaleng-kaleng. Ia mantan bek Timnas Montenegro, punya segudang pengalaman di level Eropa. Sebelum ke Makassar, kariernya sempat terbang ke India, membela Kerala Blasters.
Tapi situasi kompetisi di sana sempat tersendat. Mulai dari kendala kontrak, minim sponsor, sampai ketidakpastian administratif. Akhirnya, ia memilih tantangan baru di Indonesia.
Sebagai centre-back, keunggulan Lagator terletak pada positioning-nya yang cerdas dan fisik yang dominan. Dengan tinggi 190 cm, ia diharapkan jadi "raja" duel udara sekaligus tembok kokoh untuk situasi bola mati. Gaya bermainnya disiplin, tekelnya tepat, dan pengambilan keputusannya matang.
Kehadirannya diharap bisa mengokohkan kembali pertahanan PSM yang kerap goyah. Menjadi pemimpin baru di jantung pertahanan dan memberikan rasa aman bagi Reza Arya Pratama atau Hilman Syah di bawah mistar gawang.
Profil Singkat:
Nama: Dusan Lagator
Lahir: Cetinje, 29 Maret 1994 (31 tahun)
Tinggi/Bobot: 190 cm
Posisi: Bek Tengah
Karier Klub: OFK Titograd, Cukaricki, Dinamo St. Petersburg, FK Sochi, Wisla Plock, Debrecen, Kerala Blasters.
Artikel Terkait
Manchester United Incar Sandro Tonali Gantikan Casemiro
Manchester United Ajukan Tawaran Rp802 Miliar untuk Eder Militao
PSM Makassar Hentikan Tren Buruk Usai Kalahkan PSBS Biak 2-1
Rizky Eka Akhiri Puasa Gol, Bawa PSM Makassar Hentikan Tren Buruk