MURIANETWORK.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara aktif mendorong pengelolaan rantai dingin yang profesional di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) untuk menjaga kesegaran dan nilai jual hasil perikanan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis meningkatkan daya saing produk dan kesejahteraan para nelayan melalui tata kelola pascapanen yang tepat, mulai dari penanganan di kapal hingga distribusi ke konsumen akhir.
Infrastruktur dan Komitmen Menjaga Mutu
Keberadaan fasilitas seperti pabrik es dan cold storage di kawasan tersebut dinilai sebagai tulang punggung dalam mewujudkan visi ekonomi biru dan ketahanan pangan. KKP tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga memastikan mutu produk terjaga di setiap mata rantai. Komitmen ini diwujudkan melalui bimbingan teknis (bimtek) intensif bagi pengurus Koperasi Desa Merah Putih, agar pengelolaan sarana yang ada dapat berjalan efisien dan berkelanjutan.
Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, menegaskan bahwa fasilitas pendukung seperti gudang beku portabel dan kendaraan berpendingin telah disediakan. Namun, nilai tambah yang sesungguhnya terletak pada pengelolaannya.
"Pengelolaan pascapanen yang berfokus pada mutu dan kualitas selama proses produksi hingga pemasaran menjadikan produk perikanan memiliki daya saing dan nilai tambah tinggi," jelas Machmud, Senin (9/2/2026).
Kunci Sukses: Integritas dan Manajemen Lapangan
Melalui bimtek yang melibatkan ratusan pengurus koperasi dari berbagai daerah, KKP ingin membangun kapasitas pengelolaan dari tingkat akar rumput. Machmud menekankan bahwa infrastruktur yang memadai saja tidak cukup. Keberhasilan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya di lapangan.
"Keberhasilan rantai dingin tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi terutama oleh kualitas pengelolaan usaha," tuturnya.
Pendapat serupa datang langsung dari para pengelola koperasi yang telah berpengalaman. Sugito dari KSU Mina Barokah Juwana, Pati, membagikan pelajaran berharga bahwa kesuksesan operasional kendaraan berpendingin bergantung pada beberapa faktor krusial, mulai dari ketersediaan hasil tangkapan, perhitungan biaya distribusi yang presisi, hingga kualitas SDM.
"Pengelola yang berintegritas dan pengemudi yang jujur, usahanya jadi lancar," kata Sugito.
Membangun Fondasi dari Visi Bersama
Pengalaman serupa diungkapkan oleh Wading, pengelola Koperasi Mina Muara Sejahtera. Ia melihat bahwa kesamaan visi dan komitmen yang kuat di antara para pengurus menjadi fondasi utama. Menurutnya, integritas akan melahirkan rasa tanggung jawab dalam mengelola aset bersama, seperti cold storage yang mereka operasikan.
"Ini faktor keberhasilan usaha yang dikelola koperasi," ujarnya.
Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri merupakan terobosan pemerintah untuk mentransformasi kawasan tradisional menjadi pusat perikanan yang modern dan produktif. Pembangunan berbagai fasilitas pendukung, dari dermaga hingga balai pelatihan, menunjukkan pendekatan yang holistik. Dengan dukungan penuh dan pembelajaran berkelanjutan, diharapkan penguatan rantai dingin ini dapat benar-benar dirasakan dampaknya oleh para nelayan, baik dalam bentuk peningkatan pendapatan maupun kualitas hidup yang lebih baik.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 1,22% ke 8.031,87, Transaksi Tembus Rp17,74 Triliun
IHSG Menguat 1,22% ke Level 8.031, Sektor Barang Baku dan Energi Jadi Penggerak
Rupiah Menguat ke Rp16.805 Didorong Sentimen Global dan Optimisme Domestik
OJK Tegaskan Dugaan Pelanggaran PIPA Terjadi Pasca-Listing, Bukan pada Tahap IPO