IHSG Menguat 1,22% ke Level 8.031, Sektor Barang Baku dan Energi Jadi Penggerak

- Senin, 09 Februari 2026 | 16:50 WIB
IHSG Menguat 1,22% ke Level 8.031, Sektor Barang Baku dan Energi Jadi Penggerak

MURIANETWORK.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Senin (9 Februari 2026). Indeks berhasil naik 1,22% ke level 8.031,87, didorong oleh sentimen positif yang mendominasi perdagangan sepanjang hari. Penguatan ini terjadi di tengah volume transaksi yang tinggi dan kenaikan mayoritas sektor saham.

Perjalanan Indeks dan Aktivitas Pasar

IHSG membuka perdagangan di posisi 7.970,02. Meski sempat bergerak fluktuatif dan menyentuh level terendah harian di 7.863,01, tekanan beli yang konsisten berhasil mendorong indeks untuk bertahan di zona hijau. Pada akhir sesi, IHSG berhasil mengunci level tertinggi harian sekaligus penutupan di 8.031,87.

Gairah investor tercermin dari aktivitas transaksi yang cukup ramai. Nilai transaksi hari ini mencapai Rp17,74 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 38,17 miliar saham. Frekuensi perdagangan terjadi lebih dari 2,21 juta kali, sementara kapitalisasi pasar BEI tercatat stabil di Rp14.538 triliun.

Sentimen Sektoral dan Saham-saham Unggulan

Secara keseluruhan, pasar menunjukkan performa yang luas. Data menunjukkan 454 saham mengalami penguatan, sementara 267 saham melemah dan 237 lainnya stagnan. Dari sisi sektoral, dominasi warna hijau terlihat jelas.

Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 4,41%, diikuti oleh sektor energi yang naik 2,92%. Sektor non-primer juga menunjukkan kinerja solid dengan keuntungan 2,06%. Sektor primer, infrastruktur, dan teknologi masing-masing mencatat kenaikan antara 0,81% hingga 1,53%. Di sisi lain, hanya dua sektor yang masih tertahan di zona merah, yaitu kesehatan dan keuangan, dengan koreksi yang relatif tipis di bawah 0,25%.

Di antara saham-saham individu, Puri Global Sukses Tbk (PURI) menjadi pemimpin kenaikan dengan melonjak 34,50%.

"Pergerakan saham PURI hari ini cukup fenomenal, didorong oleh antusiasme pasar terhadap prospek perusahaan," jelas seorang analis pasar modal yang memantau perdagangan.

Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) dan Link Net Tbk (LINK) menyusul sebagai top gainer dengan penguatan masing-masing 33,82% dan 24,73%. Saham IFSH dan ALKA juga mencatat keuntungan di atas level 24%.

Tekanan Jual di Beberapa Emiten

Meski mayoritas menguat, tekanan jual tetap membayangi sejumlah emiten. XISB mengalami koreksi terdalam sebesar 14,75%, disusul oleh saham Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) yang melemah 14,29%. Saham XPDV juga tercatat turun 12,39%, diikuti oleh SSTM dan KJEN yang terkoreksi lebih dari 12%. Pergerakan ini mengindikasikan bahwa profit-taking dan sentimen spesifik terhadap perusahaan masih terjadi secara selektif di tengah sentimen pasar yang secara umum positif.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar