Jalur vital penghubung Jayapura dan Wamena lumpuh total. Minggu lalu, derasnya hujan memicu tanah longsor di sejumlah titik Jalan Trans-Papua, tepatnya di wilayah Kabupaten Yalimo. Akibatnya, arus transportasi dari kedua arah terputus sama sekali.
Menurut laporan dari Polres Yalimo, setidaknya ada enam titik yang mengalami kerusakan parah. Beberapa ruas jalan seperti Tanjakan Area Camp Pemilu dan Tanjakan Yahuli putus total. Sementara itu, material longsor menimbun Area Camp 90 dan Camp 80. Yang cukup mengkhawatirkan, Jembatan Kali Kil dilaporkan hanyut, dan ruas di Area Kampung Wara juga tertutup longsoran.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, mengonfirmasi kejadian ini dalam keterangan persnya, Senin (9/2).
"Berdasarkan laporan dari jajaran Polres Yalimo, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian materil masih kami lakukan pendataan karena beberapa kendaraan masih tertimbun material longsor dan ada yang terjebak di sepanjang ruas jalan tersebut," ujar Cahyo.
Nah, soal kendaraan ini, ada satu insiden yang nyaris berakibat fatal. Sebuah truk roda enam berwarna kuning terseret material dan hanyut di Kali Kil. Syukurlah, pengemudinya yang bernama Udin beserta rekannya berhasil menyelamatkan diri tepat sebelum truk yang diparkir di bahu jalan itu terjun ke sungai. Puluhan kendaraan lain masih terjebak di lokasi.
Longsor ini bukan tanpa sebab. Hujan lebat sudah mengguyur kawasan itu sejak Sabtu sore hingga Minggu pagi. Kondisi tanah yang memang labil, ditambah dengan fakta bahwa beberapa ruas jalan masih dalam tahap peningkatan oleh PT Hutama Karya, akhirnya memicu bencana.
Sejak Minggu siang, upaya penanganan darurat langsung digeber. Polres Yalimo berkoordinasi cepat dengan PT Hutama Karya. Perusahaan kontraktor itu lantas memerintahkan subkontraktornya untuk menurunkan alat-alat berat. Tujuannya jelas: mengevakuasi kendaraan yang tertimbun dan membersihkan material tanah yang menutupi jalan.
Namun begitu, proses pembersihan ini tidak bisa dilakukan secara serampangan. Hingga siang tadi, pekerjaan masih berlangsung dengan sangat hati-hati. Kondisi tanah di lokasi masih dianggap labil dan berpotensi memicu longsoran susulan. Keselamatan personel jadi prioritas utama.
Cahyo juga mengeluarkan imbauan keras untuk masyarakat.
"Kami mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan melalui jalur ini dan tidak mendekat ke titik longsor. Kondisi tanah masih labil dan curah hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi, sehingga berpotensi terjadi longsor susulan. Informasi pembukaan akses jalan akan kami sampaikan setelah dinyatakan aman untuk dilalui," jelasnya.
Di lapangan, personel Satlantas Polres Yalimo sudah disiagakan di titik-titik yang dianggap aman. Mereka bertugas mengarahkan pengguna jalan dan mencegah warga mendekati zona bahaya. Upaya pemulihan dan pengamanan terus dilakukan bersama instansi terkait, meski belum ada kepastian kapan jalur arteri ini bisa dibuka kembali.
Artikel Terkait
DPD RI Terima Laporan Pelanggaran HAM di Papua Pegunungan dari Amnesty International
Polisi Sydney Bubarkan Aksi Tolak Kunjungan Presiden Israel dengan Gas Air Mata dan Semprotan Merica
Pengacara Bantah Virgoun Suruh Sopir Akses CCTV Rumah Inara Rusli
Teguran Soal Drum Berisik Berujung Penganiayaan dan Laporan Balik di Cengkareng