Yang menarik, perpindahan ini terjadi justru di saat kedua saham sedang bersinar. Kinerjanya di tahun 2025 bisa dibilang luar biasa. Saham MINA, yang dikaitkan dengan pengusaha Happy Hapsoro, melesat sekitar 938 persen sejak awal tahun. TRUE bahkan lebih gila lagi, naik tajam hingga 1.240 persen dalam periode sama.
Lalu apa yang mendorong kenaikan fantastis itu?
Untuk MINA, pemicunya adalah rights issue. Aksi korporasi ini berhasil memperbaiki struktur modal dan likuiditas perusahaan. Buktinya, posisi kas dan setara kas mereka per 30 September 2025 tercapai di angka Rp163 miliar. Likuiditas yang cukup sehat.
Di sisi lain, rally saham TRUE didorong oleh rencana private placement. Dana segar dari calon investor strategis ini rencananya akan dipakai untuk modal kerja dan pengembangan usaha. Fokusnya adalah proyek andalan mereka, District East di Karawang, Jawa Barat.
Namun begitu, euforia kenaikan yang tajam itu kini harus berhadapan dengan realita baru: perdagangan di papan pemantauan khusus. Pasar pasti akan menyaksikan bagaimana kedua saham ini bergerak dalam skema yang lebih terbatas.
Artikel Terkait
Titiek Soeharto Soroti Kemacetan Kapal di Muara Angke, Trenggono Janji Tindak Lanjut
Palantir Pacu Nasdaq, Emas Melonjak 6% di Tengah Gejolak Pasar
Mendag Tegaskan Tak Ada Moratorium, Ekspor Kelapa Tetap Jalan
Pemerintah Pacu Investasi Rp 2.175 Triliun untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%