Ada tekanan yang cukup terasa di pasar minyak kelapa sawit atau CPO. Harganya merosot 1,2 persen, hingga akhirnya bertengger di MYR 4.106 per ton. Penurunan ini menghentikan tren positif yang sempat terjadi sebelumnya.
Untuk nikel, pergerakannya boleh dibilang sangat datar. Hanya naik tipis 0,07 persen saja, sehingga harga akhirnya tercatat di angka USD 14.885 per ton. Pasar seperti sedang menunggu sinyal jelas sebelum bergerak lebih agresif.
Sementara itu, timah justru mengalami pelemahan. Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), harga logam ini anjlok 0,98 persen pada penutupan perdagangan Selasa lalu. Akhirnya, timah ditutup di level USD 40.378 per ton. Pelemahan ini menarik, mengingat performanya yang cukup solid dalam beberapa pekan terakhir.
Artikel Terkait
Persiapan Mudik Lebaran 2026: Ban Tepat Jadi Kunci Hemat Daya Mobil Listrik
MR.D.I.Y Indonesia (MDIY) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun dan Usul Dividen 40%
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual