Pasar minyak kembali bergerak naik di akhir sesi Kamis kemarin. Sentimen investor yang optimis, didorong spekulasi bahwa The Fed bakal memangkas suku bunga, jadi pendorong utamanya. Di sisi lain, kabar kurang menggembirakan datang dari meja perundingan Ukraina. Proses damai yang mandek itu meredam harapan bakal ada kesepakatan yang bisa membuka kembali keran ekspor minyak Rusia ke pasar global.
Minyak mentah Brent menguat 59 sen, atau sekitar 0,94 persen, ke level USD 63,26 per barel. Sementara itu, patokan AS, West Texas Intermediate (WTI), naik lebih signifikan 72 sen (1,22%) menjadi USD 59,67.
Lain cerita dengan batu bara. Komoditas yang satu ini tampak diam di tempat, tak beranjak dari posisi USD 108,50 per ton.
Artikel Terkait
Persiapan Mudik Lebaran 2026: Ban Tepat Jadi Kunci Hemat Daya Mobil Listrik
MR.D.I.Y Indonesia (MDIY) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun dan Usul Dividen 40%
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual