Lalu, apa penyebabnya? Menurut sejumlah analisis, cuaca ekstrem di beberapa daerah sentra produksi diduga jadi biang kerok. Panen terganggu, distribusi pun tak lancar. Hasilnya, pasokan yang sampai ke ibu kota berkurang.
Di sisi lain, momentumnya juga kurang bersahabat. Kita sedang bersiap menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru). Periode seperti ini permintaan dari rumah tangga dan pelaku usaha kuliner selalu melonjak. Tekanan terhadap harga pangan pun jadi semakin kuat, sebuah pola yang hampir terjadi setiap tahun.
Dengan kondisi seperti ini, harapan kini tertumpu pada langkah antisipasi pemerintah. Pengawasan ketat terhadap suplai dan jaringan distribusi dinilai krusial. Tujuannya jelas: mencegah kenaikan harga yang sudah terjadi ini jadi semakin meluas, terutama ketika puncak musim liburan tiba nanti.
Artikel Terkait
Laba Bersih PGN Anjlok 36,5% Meski Pendapatan Naik 4,9%
Garuda Indonesia Turun Peringkat ke Bintang 4, Janjikan Transformasi Layanan
Wall Street Anjlok Diterjang Data Buruk dan Ancaman Perang di Timur Tengah
Pemerintah Siapkan Bansos dan Diskon Transportasi untuk Jaga Daya Beli Jelang Lebaran 2026