Lalu, apa penyebabnya? Menurut sejumlah analisis, cuaca ekstrem di beberapa daerah sentra produksi diduga jadi biang kerok. Panen terganggu, distribusi pun tak lancar. Hasilnya, pasokan yang sampai ke ibu kota berkurang.
Di sisi lain, momentumnya juga kurang bersahabat. Kita sedang bersiap menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru). Periode seperti ini permintaan dari rumah tangga dan pelaku usaha kuliner selalu melonjak. Tekanan terhadap harga pangan pun jadi semakin kuat, sebuah pola yang hampir terjadi setiap tahun.
Dengan kondisi seperti ini, harapan kini tertumpu pada langkah antisipasi pemerintah. Pengawasan ketat terhadap suplai dan jaringan distribusi dinilai krusial. Tujuannya jelas: mencegah kenaikan harga yang sudah terjadi ini jadi semakin meluas, terutama ketika puncak musim liburan tiba nanti.
Artikel Terkait
Purbaya Buka Suara soal Pertukaran Juda Agung dan Thomas Djiwandono
Bakrie & Brothers Gelar Rights Issue Usai Akuisisi Tol Cimanggis-Cibitung
Tommy Djiwandono Bersiap Tinggalkan Kemenkeu, Menuju Kursi Deputi Gubernur BI
Pasar Modal Indonesia Tunjukkan Ketangguhan di Tengah Gejolak Global