Di tengah ketegangan yang terus memanas, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, justru menyampaikan sikap yang terkesan dingin. Ia mengaku sama sekali tidak gentar menghadapi ancaman invasi darat dari Amerika Serikat dan Israel. Bahkan, komentar pedas datang dari Presiden AS Donald Trump, yang menyebut rencana semacam itu hanya akan membuang-buang waktu saja.
Menurut sejumlah saksi, pernyataan tegas Araghchi ini disampaikan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan NBC News, langsung dari Teheran pada Kamis lalu. Wawancara itu kemudian dilaporkan oleh Press TV keesokan harinya. Intinya jelas: Iran menolak dikait-kaitkan dengan rasa takut.
"Tidak, kami justru menunggu kedatangan mereka,"
begitu jawab Araghchi ketika ditanya tentang kekhawatiran akan serbuan pasukan darat AS. Nadanya datar, tapi penuh keyakinan.
Dia melanjutkan dengan peringatan keras. Menurutnya, invasi semacam itu bukanlah ancaman bagi Iran, melainkan sebuah bencana yang akan menimpa AS sendiri. Persiapan sudah matang, dan Iran siap menghadapi kedua negara itu.
"Kami yakin bisa melawan. Dan itu akan berakhir buruk untuk mereka,"
Artikel Terkait
Empat Tewas dalam Kecelakaan Maut Innova Tabrak Truk di Tol Batubara
Menteri dan Ribuan Warga Buka Puasa Bersama di Masjid Raya Baiturrahman yang Baru Ditetapkan sebagai Cagar Budaya
Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Bulungan, Getaran Terasa hingga Tanjung Selor
Lebih dari 14.700 Jemaah Umrah RI Telah Dipulangkan, 158 Orang Masih Menunggu Penjadwalan