PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) punya target yang cukup ambisius untuk tahun ini. Mereka membidik pendapatan hingga Rp382 miliar. Angka itu, kalau dicapai, bakal melesat hampir dua kali lipat dari realisasi tahun 2025 yang tercatat di angka Rp201 miliar. Pertumbuhannya bisa mencapai 90 persen, lho.
Target agresif ini bukan tanpa dasar. Setelah melalui masa sulit, perusahaan akhirnya berhasil membalikkan keadaan di tahun lalu. Dari yang sempat merugi, MMIX berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp5,2 miliar. Sebuah titik balik yang jelas memberi angin segar.
Nah, salah satu pahlawan utamanya adalah segmen popok bayi. Lini produk ini benar-benar meledak dengan pertumbuhan fantastis 37,5 persen, jadi motor penggerak profitabilitas perusahaan. Permintaannya stabil dan kontribusinya signifikan.
CEO & Founder MMIX, Mengky Mangarek, mengonfirmasi hal ini pada Rabu (22/4/2026).
"Lini produk ini menunjukkan permintaan yang stabil dan memberikan kontribusi signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Hal ini didukung pertumbuhan volume yang kuat, sehingga menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan," ujarnya.
Secara keseluruhan, kinerja keuangan mereka memang menunjukkan perbaikan. Margin laba kotor naik ke 8,1 persen, sementara EBITDA melonjak 33,4 persen. Yang juga menggembirakan, arus kas operasional membaik jadi Rp46,1 miliar. Semua ini adalah buah dari strategi efisiensi yang mereka jalankan.
Lantas, bagaimana cara mereka memacu pertumbuhan hingga 90% di 2026? Strateginya multi-saluran. Mereka akan memperluas distribusi, mulai dari gerai modern, toko-toko kelontong, sampai ke platform e-commerce. Portofolio produk juga akan didiversifikasi agar bisa menjangkau lebih banyak kebutuhan konsumen.
Di sisi lain, inovasi produk terus digenjot. Mereka akan menghadirkan produk baru seperti wet tissue dan bamboo tissue, plus berbagai produk higienitas modern lainnya. Fokusnya tetap sama: kualitas, keamanan, dan tentu saja, kenyamanan bagi pengguna.
Tapi tentu saja, ekspansi saja tidak cukup. Di tengah dinamika industri dan daya beli masyarakat yang masih tertekan, efisiensi operasional jadi kunci. MMIX berencana mengoptimalkan penggunaan pabrik, mengendalikan biaya ketat, dan mendiversifikasi pemasok bahan baku. Tujuannya jelas, agar harga bisa stabil.
Menariknya, mereka juga membidik kanal distribusi yang kurang biasa. Misalnya, lewat kerja sama dengan berbagai institusi dan komunitas. Cara ini diharapkan bisa membuka pasar baru dan menciptakan tambahan penjualan, tanpa harus mengganggu jaringan distribusi yang sudah mapan.
Visinya ke depan cukup jelas. MMIX ingin jadi pemain utama di industri healthcare dan consumer goods. Caranya? Dengan memperkuat merek, memperluas pasar, dan mengejar pertumbuhan yang berkelanjutan, baik di dalam negeri maupun nantinya di kawasan regional. Jalan mereka masih panjang, tetapi langkah awal tahun ini terlihat cukup solid.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
Hua Yan dan Andalan Sakti Inti Batal Negosiasi Akuisisi 51,18% Saham Ansa Land
IHSG Anjlok 3,06 Persen, Lima Hari Beruntun Terkoreksi Imbas Tekanan Jual Saham Konglomerat dan Perbankan
Grup Astra Kuasai 91,44% Saham Mega Manunggal Property, Fokus Tingkatkan Okupansi Gudang
IHSG Anjlok 3,06 Persen ke Level 7.152, Seluruh Sektor Saham Tertekan