“WIKA memastikan pembangunan yang cepat, tepat, dan sesuai standar agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para siswa, guru, dan masyarakat sekitar,” tegas Agung dalam keterangannya, Rabu (3/12/2025).
Di sisi lain, dampak proyek ini diperkirakan akan jauh lebih luas. Kehadiran Sekolah Rakyat di kedua provinsi itu bukan sekadar soal gedung baru. Manfaat sosial ekonominya bisa menyebar.
Selain tentu saja membuka akses pendidikan berkualitas, proyek ini akan menyerap tenaga kerja. Baik itu sebagai pengajar, staf administrasi, maupun tenaga dari sektor informal dan UMKM lokal yang terlibat dalam rantai pasok operasional sekolah.
Agung menambahkan, “Program ini mempertegas komitmen pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan antar generasi, sejalan dengan agenda pembangunan manusia dalam Asta Cita.”
Sebuah langkah strategis, tampaknya. Bukan cuma membangun infrastruktur, tapi juga berinvestasi pada masa depan.
Artikel Terkait
Pemerintah Kejar Target Bersih-Bersih Lumpur Sebelum Ramadan Tiba
Rupiah Terperosok Lagi, Investor Asing Serbu Keluar dari SBN
TRIN Lepas Saham Treasury Rp57 Miliar di Tengah Tekanan Harga
OJK Bongkar Delapan Pelanggaran Serius Dana Syariah Indonesia, Lapor ke Bareskrim