“WIKA memastikan pembangunan yang cepat, tepat, dan sesuai standar agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para siswa, guru, dan masyarakat sekitar,” tegas Agung dalam keterangannya, Rabu (3/12/2025).
Di sisi lain, dampak proyek ini diperkirakan akan jauh lebih luas. Kehadiran Sekolah Rakyat di kedua provinsi itu bukan sekadar soal gedung baru. Manfaat sosial ekonominya bisa menyebar.
Selain tentu saja membuka akses pendidikan berkualitas, proyek ini akan menyerap tenaga kerja. Baik itu sebagai pengajar, staf administrasi, maupun tenaga dari sektor informal dan UMKM lokal yang terlibat dalam rantai pasok operasional sekolah.
Agung menambahkan, “Program ini mempertegas komitmen pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan antar generasi, sejalan dengan agenda pembangunan manusia dalam Asta Cita.”
Sebuah langkah strategis, tampaknya. Bukan cuma membangun infrastruktur, tapi juga berinvestasi pada masa depan.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 4,57%, Saham Ifishdeco (IFSH) Melonjak 25%
Data KSEI Ungkap Pemerintah Norwegia Miliki Saham 24 Emiten di BEI
IHSG Anjlok 4,6% Dihajar Ketegangan Timur Tengah dan Revisi Outlook Fitch
Laba Bersih Bayan Resources Turun 16,88% di 2025 Meski Struktur Utang Membaik