IHSG Pacu Rekor Baru, Target 8.660 Jadi Sasaran Berikutnya

- Rabu, 03 Desember 2025 | 07:12 WIB
IHSG Pacu Rekor Baru, Target 8.660 Jadi Sasaran Berikutnya

Setelah mencatat rekor baru, IHSG diprediksi masih punya tenaga untuk melanjutkan penguatan hari ini, Rabu. Kemarin, indeks ditutup naik 0,80 persen ke level 8.617. Menurut analis MNC Sekuritas, momentum itu masih didorong oleh volume beli yang cukup dominan.

Analis dari sekuritas tersebut punya pandangan teknis yang cukup optimis. Mereka melihat IHSG masih berada dalam fase penguatan tertentu, dengan target berikutnya di area 8.660.

"Kami perkirakan, IHSG masih berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii], dapat dicermati area penguatan berikutnya pada area 8.660. Namun, cermati pula area koreksi dalam jangka pendek pada rentang 8.540-8.569,"

tulis mereka dalam risetnya. Untuk perdagangan hari ini, mereka menyarankan untuk memantau saham-saham seperti ADRO, IMPC, PANI, dan WIFI.

Di sisi lain, pandangan serupa datang dari Phintraco Sekuritas. Mereka mencatat, penutupan di level 8.617 kemarin sebenarnya adalah all-time high baru. Secara teknikal, sinyal dari indikator MACD dan Stochastic RSI terlihat cukup mendukung.

"Sehingga kami memperkirakan IHSG berpeluang uji level 8650 pada perdagangan Rabu,"

begitu bunyi riset Phintraco. Jadi, target 8650 jadi level yang banyak diincar.

Namun begitu, pergerakan pasar hari ini nggak cuma ditentukan oleh dinamika domestik. Ada sejumlah data ekonomi global yang bakal dirilis dan patut dicermati. Perhatian utama tertuju pada data Services PMI dari berbagai negara, yang jadi barometer kesehatan sektor jasa.

Dari AS, misalnya. Pasar menunggu data ISM Services PMI November yang diproyeksi sedikit melemah. Tapi angka 52,1 itu tetap menunjukkan ekspansi, artinya sektor jasa AS masih stabil. Di Eropa, situasinya kurang lebih sama. Data PMI Jerman, kawasan Euro, dan Inggris diperkirakan tetap di zona ekspansif meski mungkin ada sedikit penurunan.

Di Asia, Jepang diproyeksi solid dengan PMI di angka 53,1. Sementara China justru menunjukkan tanda-tanda pelemahan. RatingDog Services PMI Negeri Tirai Bambu itu diperkirakan turun ke 52 dari sebelumnya 52,6.

"Menandakan bahwa aktivitas sektor jasa di China sedang melemah namun masih berada pada zona ekspansif,"

kata riset yang sama. Perlambatan di raksasa ekonomi ini selalu jadi perhatian serius bagi pasar regional, termasuk Indonesia.

Selain rekomendasi dari MNC, ada juga sejumlah saham lain yang disebut layak diperhatikan sepanjang Rabu ini, yaitu EMTK, SCMA, TOWR, AADI, dan ADMR. Pilihan yang cukup beragam untuk disesuaikan dengan strategi masing-masing investor.


Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar