Seorang ilmuwan Harvard punya klaim yang bikin mata berkedip: dia meyakini telah menemukan alamat Tuhan. Tapi jangan bayangkan tempat yang mudah dijangkau. Lokasinya, katanya, berada di ujung jagat raya yang begitu jauh sekitar 439 miliar triliun kilometer dari Bumi.
Namun begitu, perlu dicatat: ini murni spekulasi pribadi si ilmuwan, Dr. Michael Guillen. Dia menyambung-nyambungkan deskripsi tentang Tuhan dalam Alkitab Kristen dengan sebuah konsep fisika yang disebut 'cakrawala kosmik'.
"Secara teori," terang Guillen, "sebuah galaksi yang berjarak 273 miliar triliun mil dari Bumi akan bergerak pada kecepatan cahaya, yaitu 186.000 mil per detik. Jarak itulah yang kita sebut Cakrawala Kosmik."
Angka itu setara dengan 439 miliar triliun kilometer. Dan dari sana, cahaya takkan pernah sampai ke kita. Sebab, alam semesta di antaranya mengembang lebih cepat ketimbang kecepatan cahaya itu sendiri.
Guillen lalu menghubungkannya dengan narasi kitab suci. Alkitab menyebut surga tak bisa diakses manusia selama masih hidup, dan dihuni oleh makhluk abadi non-materi. Menurutnya, cakrawala kosmik cocok dengan gambaran itu.
"Pengamatan astronomi terbaik kita ditambah teori relativitas Einstein menunjukkan waktu berhenti di Cakrawala Kosmik," tulisnya.
Artikel Terkait
Tim SAR Siap Lanjutkan Pencarian di Gunung Burangrang, Modifikasi Cuaca Digelar
Meninggal di Usia 26, Lula Lahfah Jadi Korban Silent Killer Henti Jantung
Tito Karnavian Buka Huntara di Agam, Desak Data Korban Segera Diselesaikan
Prabowo di Davos: Diplomasi Ekonomi dan Langkah Berani di Panggung Retak