Trump Ragui Kemampuan Pemimpin Baru Iran untuk Berdamai dengan AS

- Rabu, 11 Maret 2026 | 10:45 WIB
Trump Ragui Kemampuan Pemimpin Baru Iran untuk Berdamai dengan AS

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Donald Trump tak ragu menyuarakan skeptisismenya. Mantan Presiden AS itu meragukan kemampuan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, untuk bisa hidup berdampingan secara damai dengan Amerika Serikat. Rupanya, Trump masih sangat kecewa dengan keputusan Teheran.

"Saya tidak yakin dia bisa hidup dalam damai,"

ucap Trump kepada Fox News. Wawancara itu dilansir Anadolu Agency pada Rabu (11/3/2026).

Ini bukan kali pertama Trump melontarkan kritik pedas. Sejak otoritas Iran mengumumkan pengangkatan Mojtaba yang berusia 56 tahun pada Minggu (8/3), Trump terus menyatakan ketidaksenangannya. Mojtaba naik menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel akhir Februari lalu. Dengan ini, dia menjadi pemimpin tertinggi ketiga Iran pasca revolusi 1979.

Trump bahkan bersikeras bahwa Amerika punya suara dalam menentukan pengganti Khamenei. Dia sebelumnya menyebut penunjukan Mojtaba sebagai sebuah "kesalahan besar" dan terang-terangan menyatakan dirinya "tidak senang".

Tak berhenti di situ, dia juga memberi peringatan keras. Menurut Trump, tanpa persetujuan dari AS, Mojtaba "tidak akan bertahan lama".

Lalu, bagaimana dengan prospek perdamaian? Dalam wawancara yang sama, Trump memang membahas kemungkinan dialog antara Washington dan Teheran. Namun begitu, nada yang dia gunakan terasa jauh dari pasti.

"Saya mendengar mereka sangat ingin berdialog,"

katanya. Tapi dia cepat-cepat menambahkan bahwa itu cuma sebuah "kemungkinan" belaka, yang bergantung pada syarat-syarat yang bisa diterima kedua belah pihak. Pernyataan ini agak berbeda dengan komentar lamanya, di mana dia pernah menyatakan kesediaan untuk berdialog dengan pejabat Iran. Sekarang, semuanya terasa lebih menggantung.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini