TIME Soroti Pemimpin Perempuan Indonesia di Balik Kesuksesan ParagonCorp sebagai Pelopor Halal Beauty Global

- Sabtu, 25 April 2026 | 14:40 WIB
TIME Soroti Pemimpin Perempuan Indonesia di Balik Kesuksesan ParagonCorp sebagai Pelopor Halal Beauty Global

Bertepatan dengan Hari Kartini, majalah TIME edisi terbaru menyoroti seorang perempuan Indonesia. Namanya dr. Sari Chairunnisa, Deputy CEO sekaligus Chief R&D Officer ParagonCorp. Ia disebut sebagai salah satu sosok yang membawa perubahan di industri kecantikan.

Rubrik The Leadership Brief TIME, dengan judul yang cukup berani 'This Halal Beauty Company Boss Has Big Ambitions' mengupas perjalanan ParagonCorp. Dari bisnis keluarga sederhana, perusahaan ini kini menjelma jadi pelopor global di industri halal beauty. Sebuah transformasi yang tidak instan, tentu saja.

Cerita ParagonCorp sendiri dimulai pada 1985. Nurhayati Subakat merintisnya di Jakarta, dari usaha keluarga dengan hanya lima karyawan. Kini? Jumlahnya sudah melonjak jadi lebih dari 15.000 Paragonian. Dan yang menarik, lebih dari 80 persen karyawannya adalah perempuan. Jadi, bukan sekadar omongan soal pemberdayaan, mereka benar-benar menjalaninya.

Dalam wawancara dengan TIME, dr. Sari menjelaskan bahwa konsep halal beauty itu sebenarnya lebih dari sekadar soal bahan baku yang halal. Menurut dia, ini soal nilai-nilai universal. Transparansi. Integritas dalam proses produksi. Sumber bahan yang etis. Juga kepedulian terhadap dampak lingkungan. Semua itu melekat jadi satu.

“Dulu, brand Amerika dan Eropa mendominasi pasar Indonesia,” ujar dr. Sari dalam keterangan pers, Sabtu (25/4/2026). “Namun, perempuan Indonesia mulai sadar bahwa mereka punya definisi kecantikan mereka sendiri.”

Menariknya, dr. Sari tidak melihat sorotan dari TIME ini sebagai pencapaian pribadi. Ia lebih suka menyebutnya sebagai cerminan perjalanan kolektif.

“Ini adalah cerminan dari perjalanan seluruh keluarga besar ParagonCorp para pendiri, Paragonian, dan perempuan Indonesia yang sejak awal percaya bahwa kecantikan bisa dibangun dari tangan kita sendiri,” ungkapnya.

Komitmen terhadap pemberdayaan perempuan juga terlihat jelas di divisi riset. Departemen R&D ParagonCorp saat ini dihuni hampir 200 peneliti. Sekitar 80 persen di antaranya perempuan. Jadi, bukan hanya di lini produksi atau pemasaran, tapi juga di jantung inovasi perusahaan.

Di sisi lain, ParagonCorp juga terus mendorong inovasi lewat kecerdasan buatan. Teknologi ini dimanfaatkan dalam proses riset dan pengembangan. Hasilnya? Beberapa pengakuan global sudah diraih. Tapi ya, semua ini tidak datang dari jalan yang mulus.

Perjalanan ini penuh ketidakpastian. Butuh keberanian untuk terus melangkah. Dan entah kebetulan atau tidak, semangat ini sejalan dengan perjuangan R.A. Kartini dulu. Hari ini, semangat itu terus hidup. Ada di setiap perempuan yang berkarya, meneliti, dan memimpin bersama ParagonCorp.

Untuk yang penasaran, wawancara lengkapnya bisa dibaca langsung di laman TIME.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar