Di Solo, Jokowi Bicara Restorative Justice dan Senyum yang Bicara Banyak
Suasana di kediaman pribadi Joko Widodo di Solo, Senin lalu, terasa cukup santai. Di sela pertemuan dengan awak media, mantan presiden itu akhirnya angkat bicara soal dinamika hukum yang belakangan ramai. Topiknya tentu saja soal mekanisme Restorative Justice yang menyeret beberapa nama.
Jokowi dengan tegas menempatkan dirinya di luar proses itu. Menurutnya, RJ sepenuhnya ranah aparat penegak hukum. Dia tak mau ikut campur.
"Mengenai RJ untuk Rismon Sianipar, itu adalah kewenangan Polda Metro Jaya," ujarnya.
Nada suaranya tenang, jelas. Dia melanjutkan, kalau keputusan RJ sudah keluar, ya artinya perkara itu selesai. Titik. Jokowi menekankan, penyelesaian di luar pengadilan seperti ini sah saja dalam sistem hukum kita. Jadi, tak perlu lagi jadi bahan perdebatan yang tak berujung.
Namun begitu, suasana mendadak berubah ketika wartawan mulai menyinggung dua nama lain: Roy Suryo dan Dokter Tifa. Keduanya tersangkut kasus dugaan ijazah palsu dan ramai diperbincangkan bakal dapat RJ juga.
Respons Jokowi? Sangat berbeda. Dia memilih diam. Tak ada penjelasan panjang lebar, tak ada klarifikasi. Hanya senyuman tipis yang melintas di wajahnya, lalu menghilang. Senyuman itu seolah menjawab segalanya, sekaligus tidak menjawab apa-apa. Sebuah keheningan yang justru lebih nyaring dari kata-kata.
Di sisi lain, obrolan juga menyentuh soal klaim Jusuf Kalla yang mengungkit jasanya. Menanggapi itu, Jokowi kembali pada sikap rendah hatinya yang khas.
"Ya, saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung," katanya singkat.
Soal penilaian terhadap karier dan kinerjanya, dia serahkan sepenuhnya ke publik. Kritik pedas yang belakangan viral pun, dia tampak legawa. "Yang menilai bukan saya," ucapnya. Semua terserah rakyat. Di teras rumahnya yang asri itu, Jokowi seperti ingin menunjukkan bahwa masa jabatannya telah usai, dan kini waktunya orang lain yang berbicara.
Artikel Terkait
Bapanas: Stok 9 Komoditas Pangan Utama Surplus, Data Berbasis BPS
Pria Diamuk Massa Usai Gagal Curi Motor di Parung
Presiden Prabowo Minta Dosen Terlibat dalam Proyek Giant Sea Wall
Bapanas: Harga Pangan Terkendali, Ancaman Utama dari Kenaikan Biaya Kemasan