Agrinas Palma Cetak Laba Rp 1,6 Triliun di Tahun Pertama

- Jumat, 23 Januari 2026 | 18:36 WIB
Agrinas Palma Cetak Laba Rp 1,6 Triliun di Tahun Pertama

Di penghujung Januari, suasana di Menara Palma, Jakarta Selatan, cukup ramai. PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) baru saja merayakan ulang tahun pertamanya. Dalam perayaan itu, ada satu angka yang mencolok: 1,7 juta hektare. Itulah total lahan yang kini dikelola perusahaan, sebuah lompatan besar dalam waktu singkat.

Namun begitu, dari luas itu, baru sekitar 774 ribu hektare yang benar-benar sudah ditanami sawit. Sisanya masih berupa lahan yang menunggu untuk diolah.

Direktur Utama Agrinas Palma, Agus Sutomo, tampak bersemangat menceritakan perjalanan awal mereka. Saat pertama kali menerima amanah pada 10 Maret 2025, yang mereka kelola cuma 221 ribu hektare. Tanaman sawitnya pun baru sekitar 159 ribu hektare.

“Terus akhirnya 5 kali kita terima tugas menerima lahan. Terakhir kemarin tanggal 23 Desember 2025, sekarang sudah seluas 1,7 juta hektare, tetapi yang ada pohonnya 774 ribu hektare,” ucap Agus.

Lahan berisi pohon itulah yang jadi fokus utama sekarang. Dan kerja keras mereka ternyata membuahkan hasil yang cukup fantastis. Bayangkan, dalam kurun kurang dari setahun beroperasi, pendapatan perusahaan sudah menembus Rp 4,3 triliun. Laba bersihnya mencapai Rp 1,6 triliun.

“Kita sudah mendapatkan revenue Rp 4,3 triliun. Dengan [laba] bersih Rp 1,6 triliun. Kita sudah menyumbang ke kas negara Rp 530 miliar. Dan kita sudah naruh uang di deposit itu Rp 1 triliun,” jelas Agus.

Menurutnya, semua ini berkat kerja tim yang solid dan profesional. Saling dukung, saling melengkapi.

“Sampai hari ini kita masih dipercaya oleh pimpinan oleh negara untuk melanjutkan pengabdian kita mengolah pohon kelapa sawit,” lanjutnya.

Di sisi lain, ada wacana besar yang mengemuka: target produksi 1,5 juta barel bensin nasional dari sawit. Soal ini, Kepala Divisi Komunikasi dan Kelembagaan, Renaldi Zein, memberikan penjelasan yang lebih realistis. Menurutnya, itu adalah target jangka panjang.

“Itu suatu target jangka panjang. Boleh jadi-jadi menengah, membuat suatu biodiesel ya, konversi daripada minyak sawit yang bisa dijadikan campuran bahan bakar,” ujar Renaldi kepada para wartawan.

Ia pun menegaskan. Pengembangan menuju sana masih dalam tahap riset dan kajian mendalam. Tidak mudah, dan butuh investasi yang sangat besar.

“Dan itu membutuhkan investasi yang tidak sedikit, seperti itu,” katanya.

Perlu diingat, transformasi Agrinas Palma ini memang luar biasa. Sebelumnya, perusahaan ini dikenal sebagai PT Indra Karya, sebuah BUMN infrastruktur yang sudah berdiri sejak 1961. Awalnya fokus di konsultan teknik.

Memasuki awal 2025, arah bisnisnya berubah total. Mereka bertransformasi dan melebarkan sayap ke bisnis perkebunan kelapa sawit. Perubahan legalnya sendiri tertuang dalam Keputusan Menteri Hukum RI pada 21 Februari 2025. Dari dunia konstruksi, kini mereka menghijaukan lahan-lahan luas di Nusantara. Sebuah perjalanan baru yang baru saja dimulai.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar