Pelaku usaha lainnya, Agustina menambahkan, penambahan modal usaha sangat penting untuk menumbuhkan usahanya, terlebih pinjaman modal program pemerintah kabupaten bunganya murah sehingga cukup menggiurkan pelaku usaha.
"Ini program menarik untuk membantu para UMKM dalam mengembangkan usahanya. Semakin berkembang usahanya dapat menggerakkan ekonomi," ujarnya.
Program dana pinjaman program Pemkab Banyumas telah bergulir sejak 2011. Proram ini bertujua untuk memberdayakan pelaku UMKM, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan skala usaha mikro dan kecil di Banyumas.
Program ini juga untuk meningkatkan pendapatan pelaku usaha, menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat, mengurangi tingkat pengangguran serta menekan angka kemiskinan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi UKM Kabupaten Banyumas, Wahyu Dewanto menjelaskan, hingga 2022, kelompok penerima dana pinjaman bergulir tercatat ada 519 kelompok dengan jumlah anggota 8.539 orang dengan total pinjaman yang disalurkan sebesar Rp 18,2 miliar.
Baca Juga: Simulasikan Kebakaran, KBTK Puhua Ajari Anak Terampil dan Waspada Menjaga Keselamatan Diri
Adapun untuk penyaluran dana pinjaman bergulir 2023 sebesar Rp 2,568 miliar yang disalurkan kepada 45 kelompok usaha mikro dan kecil dengan jumlah anggota 502 orang. Setiap kelompok rata-rata terdapat 10 hingga 20 anggota.
Dia mengatakan, dana pinjaman bergulir disalurkan kepada kelompok dengan pinjaman mulai dari Rp 30 juta hingga Rp 130 juta, tergantung pada jumlah anggota dan jenis usahanya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: banyumas.suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Pinjol Tembus Rp 94,85 Triliun, Gen Z dan Milenial Paling Rentan Gagal Bayar
Trump Panggil Raksasa Minyak, Tawarkan Venezuela dengan Garansi 100 Miliar Dolar
MIND ID dan Pertamina Pacu Hilirisasi Batu Bara untuk Tekan Impor LPG
Bencana Akhir Tahun: 189 Ribu Rumah Rusak di Aceh hingga Sumatera